Logo Header Antaranews Jateng

Trump ungkap kesepakatan dengan Iran sangat mungkin tercapai

Kamis, 7 Mei 2026 08:06 WIB
Image Print
Ilustrasi - Perundingan damai Iran dan Amerika Serikat dengan mediasi Pakistan. ANTARA/Anadolu/py/pri.

Washington (ANTARA) - Presiden AS Donald Trump, Rabu (6/5), mengatakan bahwa pembicaraan dengan Iran "sangat baik" dalam 24 jam terakhir, dan kesepakatan untuk mengakhiri perang AS-Israel secara permanen "sangat mungkin tercapai".

Trump mengatakan Iran sangat ingin "membuat kesepakatan," dan menegaskan bahwa setiap kesepakatan yang akan tercapai harus memastikan Iran tidak dapat memperoleh senjata nuklir.

"Iran tidak dapat memiliki senjata nuklir, dan mereka tidak akan memilikinya, dan mereka telah menyetujuinya," katanya.

Ketika ditanya apakah ada batas waktu tertentu untuk mencapai kesepakatan, Trump menegaskan bahwa "tidak pernah ada tenggat waktu."

Trump sebelumnya mengatakan dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi Amerika PBS bahwa kesepakatan tersebut harus melibatkan Iran untuk mentransfer persediaan uranium yang diperkaya langsung ke AS, dan harus mewajibkan Teheran untuk mengakhiri semua operasi di fasilitas nuklir bawah tanahnya.

Meskipun Trump menyatakan optimisme bahwa resolusi "sudah sangat dekat," dia tetap memberikan peringatan keras: "Jika mereka setuju, semuanya selesai, dan jika mereka tidak setuju, kita akan jatuhkan bom."

Presiden secara eksplisit menolak laporan bahwa kesepakatan itu akan memungkinkan Iran untuk mempertahankan pengayaan uranium sebesar 3,67 persen, dengan mengatakan bahwa ketentuan tersebut bukan bagian dari kerangka kerja saat ini.

Iran pada Rabu (6/5) mengatakan bahwa usulan AS yang disampaikan melalui mediasi Pakistan masih dalam peninjauan dan bahwa Teheran akan mengkomunikasikan posisi akhirnya setelah menyelesaikan penilaian internal.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan kepada kantor berita semi-resmi Iran, ISNA, bahwa usulan AS masih sedang diperiksa dan bahwa Iran akan menyampaikan kesimpulannya kepada pihak Pakistan setelah proses peninjauannya selesai.

Sumber: Anadolu



Pewarta:
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026