
BPJS Kesehatan Cabang Kebumen pastikan relawan SPPG terlindungi JKN

Kebumen (ANTARA) - BPJS Kesehatan Cabang Kebumen memastikan relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, memperoleh perlindungan melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) guna mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam kegiatan Sosialisasi Program JKN Bagi Relawan SPPG di Kebumen, Selasa, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kebumen Dina Diana Permata mengatakan perlindungan jaminan kesehatan bagi relawan SPPG penting karena mereka memiliki peran strategis dalam mendukung pelaksanaan Program MBG di daerah tersebut.
"Ketika seseorang jatuh sakit, sering kali datang tanpa bisa diprediksi. Saat sakit ringan mungkin masih dapat ditangani secara mandiri, tetapi jika membutuhkan pelayanan lanjutan atau penyakit berat, biaya kesehatan bisa sangat besar," katanya.
Oleh karena itu, kata dia, masyarakat membutuhkan penjamin agar tetap mendapatkan akses layanan kesehatan tanpa khawatir terhadap biaya.
Menurut dia, biaya pelayanan kesehatan yang terus meningkat, pergeseran pola penyakit menuju penyakit degeneratif kronis, hingga perkembangan teknologi kesehatan yang membutuhkan pembiayaan besar menjadi alasan pentingnya perlindungan jaminan kesehatan bagi masyarakat.
Dia mengatakan sakit tidak hanya berdampak pada kondisi kesehatan seseorang, juga memengaruhi kondisi ekonomi dan sosial keluarga sehingga Program JKN hadir sebagai bentuk perlindungan terhadap risiko kesehatan yang tidak terduga.
Menurut dia, mitra dan yayasan selaku pengelola SPPG memiliki tanggung jawab memastikan seluruh relawan yang terlibat dalam Program MBG telah terdaftar sebagai peserta JKN.
"Dengan adanya perlindungan jaminan kesehatan, para relawan diharapkan dapat menjalankan tugas dengan lebih aman dan tenang karena memiliki jaminan saat membutuhkan pelayanan kesehatan," katanya.
Dia mengharapkan Program MBG dan Program JKN dapat berjalan selaras serta saling menguatkan dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia sebagaimana visi pembangunan nasional dalam Asta Cita Presiden.
"Program MBG hadir untuk mendukung pemenuhan gizi masyarakat, sementara Program JKN memastikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat ketika menghadapi risiko kesehatan. Kami berharap kedua program ini dapat bersinergi dengan baik sehingga tidak hanya menciptakan masyarakat yang sehat, juga mendukung terwujudnya generasi yang berkualitas, produktif, dan terlindungi," kata Dina.
Sementara itu, Wakil Bupati Kebumen H Zaeni Miftah mengatakan Pemerintah Kabupaten Kebumen mendukung seluruh relawan dalam pelaksanaan Program MBG agar terlindungi melalui Program JKN.
"Kami selaku pemerintah daerah sangat mendukung agar seluruh relawan dalam pelaksanaan program MBG yang ada dapat terkaver Program JKN. Dalam beberapa minggu ke depan kami akan terus melakukan pemantauan agar seluruh relawan dapat memperoleh perlindungan tersebut," kata dia yang juga Ketua Satgas MBG Kabupaten Kebumen.
Menurut dia, relawan yang sebelumnya telah terdaftar melalui segmen Pekerja Bukan Penerima Upah dan Bukan Pekerja Pemda (PBPU dan BP Pemda) akan dilakukan penyesuaian kepesertaan agar kuota yang tersedia dapat dimanfaatkan secara tepat sasaran bagi masyarakat lain yang membutuhkan.
Wabup mengatakan Pemerintah Kabupaten Kebumen juga akan terus mendorong kolaborasi lintas sektor agar implementasi Program MBG dan Program JKN dapat berjalan optimal serta memastikan relawan memperoleh perlindungan kesehatan saat menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Baca juga: Program JKN jadi sandaran keluarga Kebumen hadapi diabetes kronis
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
