
Program JKN jadi sandaran keluarga Kebumen hadapi diabetes kronis

Hadirnya JKN adalah penolong nyata bagi keluarga kami
Kebumen (ANTARA) - Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menjadi sandaran bagi keluarga di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, dalam menghadapi penyakit kronis seperti diabetes melitus karena membantu meringankan beban biaya pengobatan dan memberikan akses layanan kesehatan yang layak.
Seorang warga Kebumen, Kun Sururoh (60) mengaku merasakan langsung manfaat program JKN saat mendampingi suaminya menjalani pengobatan diabetes melitus sejak 2013 hingga akhir hayatnya.
Ia mengatakan penyakit tersebut diketahui ketika sang suami menjalani pemeriksaan kesehatan atau medical check-up untuk pendaftaran ibadah haji.
Sejak saat itu, kata dia, suaminya harus rutin menjalani pengobatan, kontrol kesehatan, hingga beberapa kali tindakan operasi di rumah sakit sebagai peserta aktif JKN.
"Hadirnya JKN adalah penolong nyata bagi keluarga kami. Hingga akhir hayatnya, almarhum suami bisa mendapatkan perawatan yang layak tanpa kami harus mengkhawatirkan biaya operasi atau kontrol rutin yang sangat mahal," katanya.
Menurut dia, program JKN tidak hanya membantu dari sisi pembiayaan, tetapi juga memberikan rasa tenang bagi keluarga karena dapat fokus mendampingi proses pengobatan pasien.
Kun juga mengaku terkesan dengan pelayanan kesehatan yang diterima suaminya selama menjalani pengobatan karena tidak ada perbedaan perlakuan antara pasien JKN dan pasien umum.
"Selama berobat, suami saya dilayani dengan sangat baik dan adil. Tidak ada yang dibeda-bedakan, dari segi obat hingga penanganan dokter semuanya berkualitas tinggi," katanya.
Pengalaman tersebut membuat dirinya tetap menjaga keaktifan kepesertaan JKN hingga saat ini karena menilai program tersebut penting sebagai perlindungan kesehatan bagi masyarakat.
"Sakit itu tidak mengenal usia dan bisa datang kapan saja. Memiliki JKN itu ibarat sedia payung sebelum hujan. Dengan memastikan kepesertaan JKN aktif, ketika sewaktu-waktu dibutuhkan maka sudah terlindungi," katanya.
Selain manfaat layanan kesehatan, Kun turut mengapresiasi kemudahan administrasi melalui Aplikasi Mobile JKN yang dinilai praktis untuk mengakses informasi maupun melakukan perubahan data kepesertaan tanpa harus datang langsung ke kantor BPJS Kesehatan.
Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kebumen Dina Diana Permata menyampaikan empati atas pengalaman yang dialami keluarga Kun sekaligus mengapresiasi kepatuhan peserta dalam menjaga keaktifan kepesertaan JKN.
"Kami turut berempati atas kepergian suami Ibu Kun. Diabetes melitus memang termasuk penyakit kronis yang membutuhkan biaya besar dalam jangka panjang. Di sinilah esensi JKN hadir, yakni memastikan bahwa saat masa-masa sulit seperti itu, keluarga tidak perlu lagi terbebani oleh masalah finansial," katanya.
Dina menambahkan BPJS Kesehatan terus melakukan transformasi digital untuk memberikan layanan yang mudah, cepat, dan setara bagi seluruh peserta, salah satunya melalui pengembangan fitur pada Aplikasi Mobile JKN.
"Komitmen kami adalah memberikan layanan yang mudah, cepat, dan setara. Kami ingin setiap peserta merasa tenang, seperti yang dirasakan Ibu Kun," katanya.
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
