Logo Header Antaranews Jateng

Kebaya Mbok Dhe kembangkan usaha lewat pendampingan dari Amartha

Senin, 8 Juni 2026 20:21 WIB
Image Print
Kebaya Mbok Dhe di Solo, Jawa Tengah, Senin (8/6/2026). ANTARA/HO-Kebaya Mbok Dhe

Solo (ANTARA) -

Kebaya Mbok Dhe yang ada di Solo, Jawa Tengah saat ini berhasil mengembangkan usahanya lewat aksi permodalan dan pendampingan dari Amartha.

Pemilik Kebaya Mbok Dhe, Gusti Ian, Senin mengatakan saat ini usahanya terus berkembang sehingga mampu memperkuat kesehatan finansial keluarga.

Ia yang awalnya membangun usaha kebaya tradisional dari rumah hingga memiliki kios sendiri di Pasar Triwindu tersebut saat ini juga sudah mampu memberdayakan penjahit lokal dan membawa kebaya lebih dekat dengan perempuan Indonesia masa kini.

Gusti Ian sendiri mulai menekuni dunia fashion tradisional pada 2007. Sejak awal mendirikan usaha, ia memiliki misi untuk membuktikan bahwa kebaya bukan hanya pakaian masa lalu, tetapi juga warisan budaya yang tetap relevan, anggun, dan dapat menjadi bagian dari gaya hidup perempuan masa kini.

Di awal perjalanan usahanya, Gusti Ian sempat menghadapi pandangan skeptis dari lingkungan sekitar. Kebaya kerap dianggap sebagai busana lama yang hanya digunakan oleh generasi tertentu. Namun, hal tersebut justru memperkuat keyakinannya untuk menghadirkan kebaya dengan pendekatan yang lebih modern, simpel, dan tetap menjaga nilai tradisi Indonesia.

Ia mengatakan pandemi COVID-19 sempat menjadi tantangan besar bagi usaha Kebaya Mbok Dhe. Namun, pada 2022, Gusti Ian mulai membangun kembali bisnisnya dengan visi yang lebih kuat, yaitu menghadirkan produk fashion yang tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga memiliki nilai budaya dan dapat digunakan dalam jangka panjang.

Melalui rekomendasi seorang saudara, Gusti Ian mengenal Amartha pada tahun 2022. Dukungan permodalan dari Amartha membantunya membeli berbagai kebutuhan usaha, seperti etalase, patung display, hanger, serta perlengkapan untuk menata produk secara lebih profesional.

Dari modal awal Rp4 juta, kini Gusti Ian telah menerima bantuan pembiayaan Amartha hingga Rp13 juta. Dukungan tersebut turut membantu Gusti Ian mengembangkan usahanya dari rumah hingga mampu menyewa kios sendiri.

Kehadiran kios menjadi langkah penting bagi Kebaya Mbok Dhe karena pelanggan dapat melihat, mencoba, dan memesan kebaya secara langsung dengan lebih nyaman.

Kini Gusti Ian telah memiliki toko yang berlokasi di Pasar Triwindu, Surakarta, Jawa Tengah. Berkat akses pembiayaan dari Amartha, ia juga mampu menerima pesanan dari sosial media.

Bagi Gusti Ian, peningkatan aset usaha ini menjadi bagian dari proses membangun kesehatan finansial yang lebih baik, karena keuntungan usaha dapat dikelola kembali untuk kebutuhan produktif dan pengembangan bisnis.

Kebaya Mbok Dhe kini berkembang menjadi brand kebaya yang dikenal oleh pelanggan dari berbagai daerah dan mancanegara. Gusti Ian tidak lagi mengerjakan seluruh proses produksi sendiri. Saat ini, delapan penjahit lokal di sekitar tempat tinggalnya turut terlibat dalam membantu memenuhi permintaan pelanggan yang mencapai puluhan pesanan setiap bulan.

Rata-rata di setiap bulan, Gusti Ian berhasil memperoleh omset hingga Rp30 juta. Ia berharap ke depan bisa memperluas pasarnya dan mempekerjakan lebih
banyak orang, khususnya perempuan di sekitarnya.

Baginya, keberhasilan usaha tidak hanya diukur dari pertumbuhan bisnis, tetapi juga dari kemampuan untuk membuka peluang bagi orang lain.

Kehadiran Kebaya Mbok Dhe di The 2026 Asia Grassroots Forum mencerminkan semangat forum dalam mengangkat kisah inspiratif dari pelaku usaha akar rumput.

Kisah ini menunjukkan bahwa akses keuangan yang inklusif dapat menjadi pintu bagi perempuan pelaku usaha mikro untuk tumbuh, memperkuat kesehatan finansial, menciptakan dampak ekonomi, sekaligus menjaga warisan budaya Indonesia.

Sementara itu, Amartha telah mendukung sekitar 4 juta UMKM perempuan di lebih dari 50.000 perdesaan di Indonesia. Sejak 2019, Amartha telah hadir di Surakarta dan mendukung ribuan UMKM perempuan, termasuk pengusaha kebaya dan batik.

Salah satunya adalah Gusti Ian melalui Kebaya Mbok Dhe. Melalui keterangannya, Amartha percaya dukungan terhadap perempuan pelaku usaha mikro tidak hanya membantu pertumbuhan usaha individu, tetapi juga mendorong ekonomi akar rumput yang lebih inklusif.

Melalui akses permodalan, pendampingan, dan ekosistem yang mendukung, pelaku usaha seperti Gusti Ian dapat mengembangkan bisnis, menciptakan lapangan kerja, serta membawa produk berbasis budaya lokal ke pasar yang lebih luas.



Pewarta:
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026