
PLN Jateng jamin pasokan kelistrikan aman

Semarang (ANTARA) - Menyusul kebijakan pemerintah yang memberlakukan jadwal Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan karyawan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah menjamin pasokan kelistrikan dalam kondisi aman dan andal. PLN memastikan kebutuhan listrik untuk mendukung produktivitas kerja dari rumah tetap terpenuhi tanpa kendala signifikan.
PLN Jawa Tengah mencatat beban puncak di wilayah Jawa Tengah saat ini mencapai 5.284 Mega Watt (MW). Sementara itu, kemampuan suplai daya mampu listrik yang tersedia mencapai 7.203 MW. Dengan demikian, cadangan daya (reserve margin) tercatat sebesar 1.919 MW atau sekitar 26,64 persen.
Kondisi ini menunjukkan sistem kelistrikan Jawa Tengah dalam keadaan sangat aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk tambahan beban dari aktivitas WFH.
Lebih dari 12,5 juta pelanggan di Jawa Tengah turut merasakan manfaat dari keandalan sistem kelistrikan ini. Untuk memastikan tidak ada gangguan yang menghambat aktivitas kerja dari rumah, PLN telah menyiagakan 3.888 personel tim teknik yang tersebar di berbagai wilayah. Personel ini bertugas melakukan patroli, pemeliharaan, serta penanganan cepat jika terjadi gangguan listrik.
Salah seorang ASN di Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah Yusuf menyambut baik keandalan listrik yang diberikan PLN. Menurutnya, selama menjalani WFH, keandalan listrik merupakan hal yang sangat penting untuk mendukung pekerjaannya. Dia pun mengucapkan terima kasih kepada PLN atas pasokan listrik yang andal selama masa WFH.
“Sesuai arahan pemerintah, dalam seminggu akan ada jadwal bagi kami ASN melakukan WFH di rumah. Listrik menjadi hal pokok bagi kami saat bekerja di rumah. Bayangkan saja jika pasokan listrik terganggu, tentunya kami jadi tidak bisa bekerja, baterai laptop habis/ PC tidak menyala, wifi di rumah tidak hidup, tidak bisa mengirim file pekerjaan, _meeting online_ menjadi terganggu, dan lain sebagainya,” ungkap Yusuf.
Menanggapi hal tersebut, General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah Bramantyo Anggun Pambudi yang ditemui di lapangan menegaskan telah menyiapkan kesiagaan penuh. Tim teknis bersiaga untuk menjaga keandalan kelistrikan di tengah kebijakan WFH.
“Kami bersiaga 24 jam non-stop selama 7 hari. Dengan kebijakan WFH ini, operasional pemerintahan berpindah dari gedung-gedung pemerintahan ke rumah masing-masing ASN. Keandalan kelistrikan merupakan harga mati untuk mendukung pelayanan publik dan jalannya pemerintahan,” tegas Bramantyo.
PLN juga mengimbau masyarakat, khususnya para ASN dan pegawai BUMN yang menjalankan WFH, untuk menggunakan listrik secara bijak serta segera melaporkan jika terjadi gangguan kelistrikan melalui aplikasi PLN Mobile atau layanan Contact Center 123. Dengan kesiapan penuh ini, PLN Jateng optimistis aktivitas kerja dari rumah dapat berjalan lancar tanpa hambatan.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
