Logo Header Antaranews Jateng

Puluhan perajin pamerkan produk unggulan di gelaran Kampung Asephi Solo

Rabu, 13 Mei 2026 20:50 WIB
Image Print
Wali Kota Surakarta Respati Ardi pada pembukaan Pameran Kampung Asephi 2026 dengan tema Menghidupkan Tradisi, Mempertemukan Kreasi di Solo, Jawa Tengah, Rabu (13/5/2026). ANTARA/Aris Wasita

Solo (ANTARA) - Puluhan perajin memamerkan produk unggulan di gelaran Kampung Asephi 2026 di Mal Solo Paragon, Jawa Tengah, Rabu.

Wali Kota Surakarta Respati Ardi pada pembukaan Pameran Kampung Asephi 2026 dengan tema Menghidupkan Tradisi, Mempertemukan Kreasi tersebut mengajak para produsen untuk melakukan terobosan dalam pemasaran.

“Kita tidak bisa lagi di era ini berjualan dengan cara yang sama, market sudah bergeser. Kita harus punya solusi yang baik, solusi yang jelas menyesuaikan dengan market yang ada sekarang. Memang dulu yang didorong, ditekankan oleh pemerintah pusat ke daerah adalah MICE, tapi sekarang marketnya berbeda, direct selling,” katanya.

Ia mengatakan saat ini bukan hanya tentang digitalisasi tetapi juga lebih kepada pengalaman yang diperoleh konsumen.

“Bahkan orang akan membayar lebih ketika mereka dapat experience. Harapannya ada revolusioner dari Asephi untuk menyesuaikan market sekarang, cara marketing, cara memikat untuk berbelanja,” katanya.

Ia juga berharap Asosiasi Eksportir dan Produsen Kerajinan Indonesia (Asephi) dapat memberikan warna baru bagi pasar UMKM di Kota Solo.

“Jangan banyak diskon batiknya, terutama batik tulis dan cap. Daripada diskon, gunakan untuk cara marketing yang baru,” katanya.

Ia juga mengajak para pelaku ekonomi untuk menggarap potensi wellness tourism atau wisata kebugaran. Dengan demikian, tamu yang datang dari luar kota dapat pengalaman wisata yang lengkap saat berkunjung ke Solo.

“Ketika kami ada tamu dari luar kota, tamu kenegaraan, tamu dari Jakarta kalau ke Solo kami biasanya ajak kuliner, ke Kampung Batik Laweyan, Kauman, nonton wayang orang. Saya ajak para pelaku usaha di sini untuk berbisnis di bidang wellness tourism. Silahkan buat esensial Jawa wellness tourism. Jadi kalau saya buat jadwal kunjungan tamu itu komplit,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua BPC Asephi Solo Raya Amin Suhudi Sutiman mengatakan kegiatan pameran tersebut diikuti oleh puluhan pelaku usaha yang tidak hanya dari Solo tetapi juga datang dari luar daerah, seperti Lombok dan Jakarta.

“Lewat Kampung Asephi ini kami coba untuk menghidupkan lagi teman-teman UMKM yang ada di kampung, kita bawa ke mall, kami kolaborasikan. Harapannya selama lima hari ini dapat penjualan yang banyak di saat pasar yang memang agak lesu,” katanya.

Ia juga berharap kedatangan Wali Kota Surakarta dapat memberikan dukungan kepada para pelaku UMKM yang akan mengikuti pameran dari tanggal 13-17 Mei ini. Beberapa pelaku UMKM membawa produk unggulan mereka, di antaranya batik dan kerajinan tangan.



Pewarta:
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026