
Dinkes Kudus menyarankan sumber air SPPG agar diuji di laboratorium tiap bulan

Kudus (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah menyarankan semua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Kudus melakukan pengujian sumber air yang digunakan untuk memasak maupun mencuci setiap bulan ke laboratorium guna memastikan bebas bakteri Escherichia coli (E.coli).
"Hal ini sebagai langkah antisipasi agar kasus pencemaran bakteri E.coli tidak terulang kembali di Kudus," kata Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Kudus Abdul Hakam di Kudus, Jumat.
Menurut dia, kasus keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada awal 2026, hasil uji laboratoriumnya menyebutkan pemeriksaan sampel makanan dari salah satu SPPG di Kudus secara bakteriologis disebutkan mengandung E.coli, perlu menjadi perhatian serius.
Dengan adanya pemeriksaan rutin setiap bulan, diharapkan sumber air dari semua SPPG di Kabupaten Kudus bebas bakteri E.coli.
Terkait adanya SPPG baru yang berdekatan dengan tempat pemprosesan akhir (TPA) sampah, kata dia, sesuai aturan Dinas Kesehatan, semua sumber mata air harus bebas dari faktor pencemaran dengan jarak 10 meteran.
"Terlebih dekat dengan TPA, sehingga kami memberikan nota dinas untuk SPPG tersebut mencari lokasi yang lebih aman dari faktor pencemaran, termasuk dari kandang ternak," ujarnya.
Meskipun ada rekomendasi tersebut, kata dia, keputusan ada di pihak koordinator wilayah dan Ketua Satuan Tugas SPPG.
Selain faktor sumber air, masing-masing SPPG juga diminta mengirimkan sampel makanan ke Puskesmas terdekat untuk dideteksi layak tidaknya menu makanan tersebut.
"Hal itu bertujuan agar ada pengecekan secara ideal kelayakannya, karena kami sebatas verifikator dan evaluator," ujarnya.
Upaya lain menjaga menu makanan dari program MBG aman untuk siswa, petugas Puskesmas juga secara periodik melakukan pengecekan ke SPPG.
Terhadap SPPG yang sebelumnya menghadapi permasalahan kasus dugaan keracunan yang dialami siswa setelah menyantap menu makanan, dia menyarankan untuk mengurus Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
"Untuk sementara disarankan tidak beroperasi dulu. Dilakukan pengurusan SLHS ulang terlebih dahulu," ujarnya.
Ia berharap semua SPPG menyediakan kamera pemantau atau closed circuit television (CCTV) sesuai arahan "Kudus Sehat", sehingga semua memiliki kamera pemantau untuk out coming-nya, sehingga difoto layanan terakhir untuk kontrol.
Informasinya, kata dia, untuk saat ini baru ada lima SPPG yang melengkapi kamera pemantau. Sedangkan lainnya belum melengkapi.
Baca juga: Pemkab: Perpustakaan baru menjadi motor peningkatan literasi warga Kudus
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
