Logo Header Antaranews Jateng

Dinkes Kudus mengajak masyarakat manfaatkan CKG untuk deteksi dini TBC

Senin, 27 April 2026 16:13 WIB
Image Print
Petugas medis melakukan pemeriksaan kesehatan kepada warga di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif

Kudus (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengajak masyarakat memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai deteksi dini penyakit tuberkulosis (TBC) di daerah itu.

"Kami menganggap CKG menjadi pintu masuk penting dalam menemukan kasus TBC di masyarakat. Selain itu, kami juga terus mengintensifkan penyisiran terhadap warga yang diduga atau suspek menderita penyakit TBC guna mencegah penularan lebih luas, termasuk di lingkungan pondok pesantren," kata Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Kudus Abdul Hakam di Kudus, Senin.

Dia menjelaskan di daerah itu terdapat 200 pondok pesantren sehingga memerlukan perhatian khusus terhadap kesehatan para santri, sebagai langkah antisipasi risiko penyakit, termasuk TBC.

Ia juga menyoroti bahwa kebiasaan merokok, termasuk paparan sebagai perokok pasif, menjadi salah satu faktor risiko TBC, di samping faktor utama, seperti masalah gizi dan kontak erat dengan penderita.

Ia berharap, melalui deteksi dini tersebut bisa segera ditemukan dan ditangani penderita TBC agar tidak menular ke orang terdekat.

"Dalam praktiknya, ketika satu anggota keluarga terkonfirmasi positif TBC maka seluruh anggota keluarga harus menjalani skrining untuk memastikan ada tidaknya penularan," ujarnya.

Berdasarkan data hingga Maret 2026, jumlah pendaftar program CKG di Kabupaten Kudus mencapai 167.902 orang, dengan tingkat kehadiran 155.354 orang.

Pemerintah daerah setempat berharap, partisipasi masyarakat terhadap program itu meningkat agar upaya deteksi dini TBC semakin optimal.

Upaya ini, katanya, sejalan dengan target nasional eliminasi TBC pada 2030 yang menekankan pentingnya penemuan kasus sedini mungkin melalui pemeriksaan kesehatan.

Dalam pelaksanaannya, Dinas Kesehatan Kudus juga didukung fasilitas rontgen bergerak. Fasilitas ini memudahkan pemeriksaan lanjutan bagi warga terindikasi TBC.

Selain itu, kerja sama dengan RSUD Kudus untuk memastikan diagnosis melalui pemeriksaan rontgen.

Pemkab Kudus juga telah menerima bantuan alat Near Point-of-Care (NPOC) TBC yang memungkinkan pemeriksaan melalui sampel air ludah untuk mendeteksi bakteri TBC.

Masyarakat diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas layanan kesehatan terdekat atau puskesmas apabila mengalami gejala atau terindikasi TBC, agar segera memperoleh pengobatan.

Atas kinerja dalam penanggulangan TBC, Kabupaten Kudus saat ini menempati peringkat kedua di Jawa Tengah setelah Kabupaten Rembang.

Ke depan, Kudus juga akan mendapatkan tambahan unit rontgen bergerak guna memperluas jangkauan pemeriksaan di berbagai wilayah setempat.

Baca juga: RSUD Kudus bangun ruang rawat inap kelas VIP senilai Rp91,45 miliar



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026