
SPPG Polres Blora salurkan MBG untuk 4.865 penerima manfaat

Blora (ANTARA) - Total penerima manfaat operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Blora, Jawa Tengah saat ini 4.865 orang tersebar di sejumlah sekolah di Kabupaten Blora.
Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto setelah peluncuran SPPG Karangjati 003 di Blora, Senin, menyebut jumlah penerima itu berasal dari tiga dapur SPPG yang telah beroperasi, yakni SPPG Karangjati 003 dengan 1.050 penerima manfaat, SPPG Polres Blora 1 (2.515), dan SPPG Polres Blora 2 (1.300).
Ia mengungkapkan jangkauan program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui SPPG terus diperluas agar lebih banyak masyarakat mendapatkan manfaat program tersebut, khususnya anak-anak dan kelompok rentan.
Program MBG, kata dia, tidak hanya fokus pemenuhan gizi, tetapi juga memastikan kualitas makanan terjaga melalui pengawasan yang ketat.
Dapur SPPG Polres Blora 1 yang beroperasi sejak 10 Oktober 2025 telah menyalurkan makanan ke 28 sekolah, mulai dari jenjang PAUD, TK hingga SMK, dengan total 2.515 penerima manfaat. Setiap hari, dapur tersebut menyiapkan sekitar 1.400 porsi besar dan 1.100 porsi kecil.
Selain itu, SPPG Polres Blora 2 yang diresmikan pada 26 Januari 2026 di Kecamatan Jepon saat ini melayani sekitar 1.300 penerima manfaat dan SPPG Karangjati 003 yang diluncurkan pada Senin ini, mulai melayani 1.050 penerima manfaat pada tahap awal.
Nantinya, jumlah penerima manfaat diproyeksikan meningkat. SPPG Karangjati 003 ditargetkan mampu melayani hingga 2.400 penerima manfaat, sedangkan SPPG Polres Blora 2 ditargetkan mencapai 2.600 penerima manfaat.
Dengan pengembangan tersebut, total penerima manfaat program SPPG Polres Blora diperkirakan dapat mencapai 7.515 orang.
Seluruh dapur SPPG telah dilengkapi instalasi pengolahan air limbah (ipal) modern guna memastikan pengelolaan limbah dapur ramah lingkungan dengan potensi pencemaran yang kecil terhadap lingkungan sekitar.
Ia mengungkapkan antusiasme sekolah terhadap program MBG cukup tinggi. Banyak kepala sekolah mengajukan permohonan agar sekolahnya menjadi penerima manfaat SPPG Polres Blora.
"Namun, penentuan kuota bukan kewenangan kami. Hal ini menunjukkan bahwa kehadiran Polri melalui program ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ujarnya.
Ketua Satgas MBG Blora Sri Setyorini menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kekuatan utama memperluas jangkauan program pemenuhan gizi.
Ia mengungkapkan kehadiran SPPG Karangjati 003 langkah strategis menjangkau lebih banyak penerima manfaat, terutama anak-anak.
Ia juga menekankan pentingnya pemerataan layanan hingga wilayah pedesaan agar tidak terjadi kesenjangan akses gizi antara kota dan desa.
"Melalui kolaborasi yang kuat, SPPG diharapkan tidak hanya menjadi pusat layanan gizi, tetapi juga bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah," ujarnya.
Pewarta: Akhmad Nazaruddin/Gunawan
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
