
Pemkot Semarang memaksimalkan perpompaan di hilir cegah banjir

Semarang (ANTARA) - Pemerintah Kota Semarang berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana memaksimalkan pengoperasian rumah pompa di wilayah hilir sebagai antisipasi terjadinya banjir seiring masuknya periode puncak musim hujan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang Suwarto di Semarang, Senin, mengatakan bahwa pemaksimalan perpompaan adalah salah satu langkah utama mencegah banjir.
"Dari BBWS itu dilakukan pemaksimalan pompa Tenggang dan Sringin. Di Tenggang debitnya 12.000 liter per detik dan di Sringin 10.000 liter per detik," katanya.
Di Rumah Pompa Tenggang, enam unit pompa dioperasikan secara penuh dengan total debit 12.000 liter per detik, dengan kapasitas masing-masing 2.000 liter per detik dan dijalankan secara nonstop untuk mengendalikan air dari wilayah hulu.
Sedangkan Rumah Pompa Sringin mengoperasikan lima unit pompa dengan total debit 10.000 liter per detik, dengan kapasitas yang sama per unit.
Pengoperasian pompa Sringin difokuskan untuk mencegah limpasan air yang berpotensi mengganggu Jalan Raya Kaligawe sebagai jalur nasional Pantura dengan arus lalu lintas tinggi.
Selain pengoperasian pompa, DPU Kota Semarang bersama BBWS Pemali Juana juga melakukan pengerukan sedimen di sejumlah titik strategis.
"Ada upaya kolaborasi antara Pemerintah Kota Semarang dengan BBWS Pemali Juana dalam hal kita melakukan pengerukan bersama saluran di sepanjang Jalan Kaligawe, saluran di sisi selatan Jalan Kaligawe," katanya.
Ia menyampaikan jika kegiatan pengerukan tersebut telah berjalan sekitar satu bulan dengan mengerahkan alat berat dari DPU dan BBWS, didukung armada dump truk.
Pengerukan juga dilakukan di Kelurahan Bangetayu Wetan dan Kelurahan Karangroto untuk menjaga kapasitas saluran tetap optimal dan bersih dari endapan sedimen.
DPU Kota Semarang juga akan melanjutkan pengerukan di Jalan Padi Raya yang selama ini menjadi salah satu titik pusat genangan di wilayah Genuk, serta di saluran samping rel dan tepi Jalan Muktiharjo Raya.
Pada beberapa titik di bawah jembatan, jalan dan rel kereta api, pengerukan dilakukan secara manual karena tingginya risiko terhadap utilitas sinyal kereta api.
Melalui langkah terpadu tersebut, Suwarto memastikan pengendalian banjir di kawasan Genuk terus diperkuat agar aktivitas masyarakat dan kelancaran mobilitas di jalur Pantura tetap terjaga selama musim hujan.
Baca juga: Pemkot Semarang giatkan kerja bakti bersih sungai untuk mencegah banjir
Pewarta : Zuhdiar Laeis
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
