Magelang (ANTARA) - Pemerintah Kota Magelang menggelar apel kesiapsiagaan penanggulangan bencana tahun 2025 yang dipimpin oleh Wali Kota Magelang H. Damar Prasetyono di halaman Polres Magelang Kota.
Wali Kota Magelang H. Damar Prasetyono di Magelang, Senin, menyampaikan rasa syukur atas terselenggara apel yang diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat pengabdian bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Apel kesiapsiagaan tersebut diikuti oleh 332 peserta dari berbagai unsur, antara lain TNI, Polri, BPBD Kota Magelang, Tagana, Senkom, Orari, RAPI, PMI, Damkar, Garda Rescue, PSC 119, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta Linmas Kota Magelang.
Ia mengingatkan, perubahan iklim global telah menimbulkan cuaca ekstrem di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di Kota Magelang, yang meningkatkan potensi bencana seperti banjir, longsor, hingga pohon tumbang.
"Kita tidak dapat menolak datangnya bencana, namun kita dapat meminimalisir dampak dan risiko yang ditimbulkan. Untuk itu dibutuhkan langkah-langkah yang terencana, terukur, terpadu, dan berkesinambungan antara seluruh unsur pemerintah, aparat keamanan, lembaga kemanusiaan, serta masyarakat," katanya.
Wali Kota menekankan, apel kesiapsiagaan ini merupakan sarana untuk mengukur kesiapan personel, peralatan, sarana prasarana, serta sistem koordinasi antarinstansi dalam menghadapi potensi bencana di wilayah hukum Polres Magelang Kota. Ia juga menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor mulai dari tahap pencegahan, mitigasi, tanggap darurat, hingga pemulihan pascabencana.
Ia menyampaikan lima poin penting kepada peserta apel, yakni meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem, mengutamakan langkah pencegahan dan mitigasi, memperkuat sinergi antarinstansi, memastikan kesiapan sarana prasarana pendukung, serta membangun komunikasi publik yang cepat, terpercaya, dan menenangkan masyarakat.
"Kepada seluruh Satgas Penanggulangan Bencana, saya berpesan agar senantiasa memegang teguh nilai pengabdian, keikhlasan, dan profesionalitas dalam melaksanakan tugas. Ingatlah, setiap tindakan kita berkaitan langsung dengan keselamatan jiwa masyarakat. Utamakan keselamatan, jaga soliditas, dan laksanakan tugas dengan semangat gotong royong," katanya.
Baca juga: Sosialisasi kekayaan intelektual wujudkan Kota Magelang berdaya saing

