
Wakil Ketua DPRD minta pengelolaan hutan utamakan fungsi ekologis

Semarang (ANTARA) - Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah meminta pengelolaan hutan di provinsi ini mengedepankan fungsi ekologis dan ekosistem.
"Berbagai instansi pengelola hutan di Jawa Tengah diminta mengedepankan fungsi ekologis dan ekosistem hutan daripada sekadar mengejar profit," kata Sarif di Semarang, Senin.
Menurut dia, nilai ekologis jauh lebih besar daripada keuntungan finansial sebab hutan memiliki berbagai fungsi penting, seperti penyedia oksigen, pengatur iklim, penyimpan air, habitat satwa liar, dan penjaga kesuburan tanah.
politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut menuturkan hutan memiliki nilai ekologis yang sangat penting bagi kelestarian lingkungan dan kehidupan di bumi
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat luasan hutan lindung di provinsi ini pada 2024 mencapai 84.049,34 ha dan kawasan perlindungan 114.011,76.
Hutan untuk kawasan produksi mencapai 392.149,93 ha dan kawasan untuk penggunaan lain seluas 34.746,32 ha.
Melalui pengelolaan yang bijaksana dan pemantauan yang ketat, kata dia, hutan menjadi aset penting dalam menjaga keseimbangan ekologis dan memastikan keberlanjutan lingkungan bagi generasi yang akan datang.

Hutan, lanjut Sarif, memainkan peran penting dalam mengatur iklim dan keseimbangan lingkungan.
“Akar pohon yang saling terkait membantu menstabilkan tanah, mencegah erosi dan banjir," katanya.
Ia menambahkan hutan tidak hanya menyediakan kayu yang berharga, tetapi juga menawarkan berbagai manfaat ekologis dan jasa lingkungan yang sangat penting bagi kehidupan manusia.
Pewarta: Immanuel Citra Senjaya
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
