ACT Jateng bagikan bantuan kepada pengungsi Merapi

id act, pengungsi merapi

ACT Jateng bagikan bantuan kepada pengungsi Merapi

Sukarelawan ACT memberikan bantuan kemanusiaan bagi pengungsi Merapi di Balai Desa Taman Agung, Kecamatan Muntilan. Dok. ACT

Semarang (ANTARA) - Memasuki hari ke-14 setelah Gunung Merapi dinyatakan berstatus Siaga III, aktivitas vulkanik gunung berapi ini belum menunjukkan penurunan sehingga warga berjarak radius 5 kilometer dari puncak Merapi pun kini mulai diimbau untuk mengungsi.

Warga dusun yang mulai mengungsi misalnya berasal dari Batur Ngisor, Kelurahan Ngargomulyo, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, demikian siaran pers dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang diterima di Semarang, Jumat. 

Warga Batur Ngisor saat ini mengungsi di Gedung Serbaguna Nahdlatul Ulama, Dusun Ketaron, Kelurahan Tamanagung, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang. Pada Rabu (18/11) Tim ACTJawa Tengah mengunjungi pengungsian dan posko induk di Gedung Serbaguna Desa Tamanagung untuk memberikan bantuan kemanusiaan berupa logistik dan kebutuhan mendesak lainnya.

"Setelah melakukan koordinasi dengan relawan di Kelurahan Taman Agung tim ACT melakukan pendataan dan distribusi bantuan berupa beras, snack, alat kebersihan, tikar, dan bahan sembako lainnya," tutur Giyanto Kepala Cabang ACT Jawa Tengah.

Jumlah pengungsi yang berada di Kelurahan Tamanagung hingga (18/11) mencapai 119 jiwa dengan rincian 5 orang ibu hamil, 49 orang lansia, 26 balita, 5 orang disabilitas, dan 1 orang kondisi sakit, lanjut Giyanto menginformasikan.

Sementara itu Kepala Dusun (Kadus) Ketaron Trimo Slamet mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diberikan. "Alhamdulillah untuk bantuan yang diberikan karena stok yang ada akan segera habis. Di pengungsian Dusun Ketaron saat ini ada 18 KK yang mengungsi dan  rencananya masih akan ketambahan sebanyak 57 KK lagi," ungkap Trimo.

Para pengungsi yang berasal dari Dusun Batur Ngisor sudah mulai mengungsi sejak tanggal (5/11) lalu. "Meskipun radiusnya berada sekitar 6,9 kilometer dari puncak, ketika terjadi aktivitas Gunung Merapi warga Batur Ngisor merasakan gempa dan gemuruh," ungkap Moh Poni selaku pendamping pengungsi.

Selain ibu hamil, balita, dan lansia warga Batur Ngisor masih bermukim seperti biasa. "Umumnya pemuda dan para bapak-bapak masih melakukan aktivitas seperti bertani dan mencari rumput untuk hewan ternaknya. Masih menunggu imbauan dari BPBD kapan seluruh warga diharuskan untuk mengungsi di radius yang aman," pungkas Moh Poni. ***

Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar