BKIPM Semarang komitmen jaga kualitas produk ekspor perikanan

id produk rajungan

BKIPM Semarang komitmen jaga kualitas produk ekspor perikanan

Proses produksi unit pengolahan ikan berupa produk daging rajungan di PT Guna Citra Kartika, Kabupaten Jepara. ANTARA/HO-Wisnu Adhi

Dengan menjaga kualitas produk, maka diharapkan ekspor bisa lebih meningkat
Jepara (ANTARA) -
Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Semarang berkomitmen menjaga kualitas produk-produk dari komoditas perikanan dan kelautan yang diekspor ke berbagai negara tujuan.

"Kami tetap melakukan kegiatan untuk melakukan pengawasan dan pengendalian mutu keamanan hasil perikanan secara rutin, proaktif melakukan inspeksi, 'surveillance' dalam rangka menjaga mutu hasil perikanan sehingga produk tersebut dapat diterima di pasar luar negeri tanpa ada kendala," kata Kepala BKIPM Semarang Raden Gatot Perdana di Kabupaten Jepara, Sabtu.

Oleh karena itu, ia meminta perusahaan pengolahan hasil perikanan dan kelautan untuk terus menjaga kualitas agar ekspor bisa meningkat.

"Dengan menjaga kualitas produk, maka diharapkan ekspor bisa lebih meningkat," ujarnya saat melihat langsung proses produksi unit pengolahan ikan berupa produk daging rajungan di PT Guna Citra Kartika.

Menurut dia, BKIPM Semarang juga memberikan pelayanan prima kepada para pemangku kepentingan dan eksportir komoditas perikanan serta kelautan dengan mempermudah dan mempercepat proses ekspor.

"Dengan mempercepat prosesnya, maka dari segi biaya dan waktu bisa dipangkas sehingga produk bisa segera sampai ke negara tujuan," katanya.

Terkait dengan daging rajungan yang menjadi unggulan ekspor produk perikanan dan kelautan dari Jateng, Gatot berharap semua pihak, khususnya para nelayan memperhatikan peraturan mengenai hasil tangkapan rajungan.

Baca juga: Ekspor perikanan Jateng meningkat

Seperti diketahui, jumlah ekspor komoditas perikanan dari Provinsi Jawa Tengah pada periode September 2020 mengalami peningkatan, baik dari sisi volume maupun nilai.

Gatot menyebut peningkatan volume dan nilai ekspor pada September 2020 ini menunjukkan produk perikanan Jateng masih menjadi primadona yang diminati serta penyuplai nutrisi sehat bagi negara lain.

Selain itu juga mulai terlihat bergeraknya kembali roda perekonomian khususnya sektor kelautan dan perikanan setelah kurang lebih tukuh bulan masyarakat perikanan harus bertahan di tengah pandemi COVID-19.

"Harapannya, kualitas produk perikanan Jateng semakin baik lagi untuk mempertahankan kepercayaan dan daya saing di pasar global, serta pengembangan diversifikasi produk perikanan sehingga mampu meningkatkan nilai jualnya," ujarnya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jateng Fendiawan yang hadir dalam kegiatan tersebut menambahkan bahwa rajungan menjadi komoditas unggulan di Jateng, bahkan nilai ekspornya pada 2018 mencapai 3.400 ton dengan nilai Rp1,3 triliun.

"Nilai ekspor rajungan sangat luar biasa sehingga untuk menjaga ketersediaan stok rajungan di alam, kami melakukan 'restocking' dan sosialisasi ke masyarakat agar menangkap rajungan menggunakan peralatan yang diizinkan, termasuk ukuran rajungan," katanya.

Sebagai bentuk pengawasan agar rajungan yang ditangkap nelayan itu sesuai dengan ketentuan yang berlaku, DKP Jateng melakukan sosialisasi ke kelompok-kelompok pengawas masyarakat dan nelayan.

Baca juga: Target PAD sektor perikanan Batang turun menjadi Rp4,2 miliar
Baca juga: Jateng kucurkan Rp10 miliar untuk pertanian dan perikanan
Pewarta :
Editor: Sumarwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar