BI catat kenaikan indeks keyakinan konsumen meski pandemi

id BI, kenaikan keyakinan konsumen

BI catat kenaikan indeks keyakinan konsumen meski pandemi

Gunawan Purbowo saat memberikan keterangan kepada wartawan. ANTARA/Aris Wasita

Solo (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Surakarta mencatat membaiknya keyakinan konsumen meski pandemi COVID-19 belum memperlihatkan tanda-tanda berakhir di Indonesia.

"Dari hasil survei kami dari sisi konsumen, ada kenaikan indeks keyakinan konsumen (IKK) di triwulan III tahun ini jika dibandingkan dengan triwulan II tahun yang sama," kata Kepala Tim Sistem Pembayaran, Pengelolaan Uang Rupiah, dan Layanan Administrasi BI Kantor Perwakilan Surakarta Gunawan Purbowo di Solo, Kamis.

Pihaknya mencatat untuk IKK triwulan III sampai dengan bulan Agustus di level 87,7 atau membaik jika dibandingkan dengan triwulan II sebesar 78,8. Ia mengatakan ada kenaikan hampir 10 poin untuk sektor tersebut.

Baca juga: Sekuritas: Sektor produk konsumen menjadi idola saat pandemi

Sedangkan dari sisi aktivitas usaha, dikatakannya, juga ada kenaikan menjadi 7,08 persen di triwulan III setelah sebelumnya, tepatnya pada triwulan II mengalami kontraksi 20,98 persen.

"Kondisi ini didorong oleh penguatan indeks kondisi ekonomi dari 46,6 menjadi 50,7," katanya.

Ia mengatakan sisi indeks ekspektasi konsumen pada periode yang sama juga mengalami kenaikan dari 110,9 menjadi 124.

Sementara itu, ia mengatakan perbaikan tersebut juga didorong oleh adanya stimulus dari pemerintah berupa bantuan sosial produktif untuk UMKM dan subsidi upah kepada pegawai yang saat ini sudah mulai disalurkan.

"Stimulus mulai berdampak, meskipun belum sebaik kondisi sebelumnya (sebelum terjadi pandemi COVID-19), tetapi paling tidak lebih baik jika dibandingkan awal COVID-19," katanya.

Terkait hal itu, pihaknya berharap agar seluruh pihak menjaga kondisi tersebut agar terus terjaga sehingga berdampak positif bagi pergerakan ekonomi makro. Ia mengatakan salah satu yang harus diperhatikan adalah tetap menerapkan protokol kesehatan dalam setiap aktivitas.

"Karena kalau ini tidak diperhatikan maka berpotensi akan ada pembatasan aktivitas lagi jika penyebarannya makin masif. Tentu kondisi ini akan berdampak negatif bagi perekonomian," katanya.

Baca juga: Pemkab Batang tawarkan aplikasi Dotukura kepada konsumen
Baca juga: Pelaku ekonomi kreatif ikuti perilaku konsumen
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar