Tiga desa di Purbalingga hadapi krisis air bersih

id krisis air purbalingga,kekeringan purbalingga,bencana musim kemarau,bpbd purbalingga

Tiga desa di Purbalingga hadapi krisis air bersih

Ilustrasi - Petugas BPBD Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang kesulitan memperoleh air bersih pada musim kemarau tahun 2019. ANTARA/HO-BPBD Purbalingga

Purbalingga (ANTARA) - Tiga desa di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, menghadapi krisis air bersih, kata Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. 

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purbalingga Muchamad Umar Fauzi di Purbalingga, Senin, BPBD telah menerima permohonan bantuan air bersih dari Pemerintah Desa Karanganyar dan Kaliori di Kecamatan Karanganyar serta Desa Kedungbenda di Kecamatan Kemangkon.

"Hari ini kami melakukan survei lokasi," katanya.

Baca juga: Bupati Banjarnegara: Gunakan air bersih secara bijak selama kemarau

"Rencana penyaluran bantuan air bersihnya besok. Ini tadi pagi baru kami kondisikan untuk Karanganyar supaya menyiapkan alat penampungannya dulu," ia menambahkan.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Purbalingga Muksoni mengatakan, berdasarkan data tahun 2019 ada 104 desa di 15 dari 18 kecamatan di Purbalingga yang rawan mengalami kekeringan selama musim kemarau.

Di Kabupaten Purbalingga, hanya Kecamatan Purbalingga, Kalimanah, dan Padamara yang belum pernah mengalami kekeringan.

"Kami perkirakan wilayah yang terdampak kekeringan tahun ini tidak sebanyak tahun sebelumnya karena kadang masih ada hujan," kata Muksoni.

Kendati demikian, dia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Purbalingga tetap menyiapkan 1.355 tangki air bersih untuk warga yang kesulitan memperoleh air bersih selama musim kemarau.

"Jika terjadi kekurangan, kami tetap melibatkan stakeholder (pemangku kepentingan) yang lain untuk turut serta memberikan bantuan air bersih bagi warga yang membutuhkan," katanya.

Baca juga: Dipantau, wilayah rawan kekeringan di Banjarnegara
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar