Menteri Siti Nurbaya dorong perhutanan sosial untuk kesejahteraan masyarakat

id perhutanan sosial

Menteri Siti Nurbaya  dorong perhutanan sosial untuk kesejahteraan masyarakat

Menteri Lukungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar saat memberikan air untuk tanaman pohon Sakura di Taman Sakura (Sakral) Cemoro Kandang Tawangmangu Kabupaten Karanganyar, Jateng Sabtu (11/7/2020). (ANTARA/Bambang Dwi Marwoto)

Karanganyar (ANTARA) - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar terus mendorong program perhutanan sosial kepada kelompok tani untuk kesejahteraan masyarakat desa hutan.

Namun kelompok tani masyarakat tidak semuanya mampu dan langsung bisa berpola kerja untuk bisnis wisata alam dengan cara menanam pohon antara tanaman keras atau kayu dan tanaman jagung atau tembakau misalnya, katanya di sela meninjau kawasan di Taman Sakura (Sakral) Cemoro Kandang Tawangmangu Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Sabtu.

"Kelompok tani belum semuanya mampu jika tanpa ada dukungan dari kerja sama dalam bentuk hutan sosial yang selama puluhan tahun," kata Siti Nurbaya.

Oleh karena itu pihaknya dorong perhutanan sosial. Dari luas lahan hutan sosial yang disediakan sekitar 12,7 juta- 13 juta hektare pada tahun ini, sudah diselesaikan sekitar 4,2 juta hektare.

Baca juga: Masyarakat diminta kelola hutan secara legal melalui Program Perhutanan Sosial

"Khusus Pulau Jawa memang kami bekerja di dalam kawasan wilayah Perhutani. Saya juga sudah menyampaikan terima kasih atas kerja sama dengan Perhutani," kata Siti Nurbaya.

Namun, lanjut dia, yang lebih penting lagi bagaimana masyarakat di sekitar dan di dalam kawasan hutan di wilayah kerja Perhutani ini, betul-betul menjadi bebas dalam berimprovisasi bekerja diatur dengan peraturan perundang-undangan dan mendapatkan keputusan dari Menteri untuk bisa melakukan dan bekerja selama 35 tahun dan boleh diperpanjang menjadi 70 tahun.

"Kami sudah tugaskan Dirjen untuk mengambil langkah-langkah dan memberikan fasilitas, dan nanti ada dukungan ekonomi produktifnya atau peralatan-peralatannya," katanya.

Dia mengatakan Presiden Joko Widodo sangat memperhatikan  hal ini, karena menurut Presiden, Jawa itu pemandangan alam atau hutannya sangat bagus, akses mobilitas jalan-jalannya juga baik. Oleh karena itu, ekowisata menjadi hal yang sangat potensial atau baik.

Menyinggung soal program Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) , dia menjelaskan kalau melihat RHL harus dilihat dari seluruh kegiatan secara penyeluruh yaitu pertama penanaman vegetatif yang di lereng gunung dan hal itu harus dikombinasikan dengan bangunan dam penahan.

Menteri LHK Siti Nurbaya dalam kunjungannya di Karanganyar meninjau bangunan dam penahan di Desa Plumbon Kecamatan Tawangmamgu, objek wisata alam Grojogan Sewu dan Taman Sakura Cemoro Kandang.

Bahkan Menteri LHK Siti Nurbaya yang didampingi Bupati Karanganyar Juliyatmono menanam pohon Sakura di Taman Sakura Cemoro Kandang Tawangmangu.

 
Pewarta :
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar