Dinkes Banjarnegara: Tes cepat COVID-19 secara bertahap

id covid 19

Dinkes Banjarnegara: Tes cepat COVID-19 secara bertahap

Pelaksanaan tes cepat COVID-19 di Banjarnegara. ANTARA/HO - Humas Pemkab Banjarnegara

Banjarnegara (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara mengatakan pihaknya akan menggelar tes cepat COVID-19 secara massal di sejumlah lokasi keramaian secara bertahap.

"Awal Juli ini kami akan melakukan tes cepat secara massal di pasar tradisional dan di terminal," kata Kepala Dinas Kesehatan Banjarnegara dr. Ahmad Setiawan di Banjarnegara, Selasa.

Tes cepat ini guna menemukan dan menelusuri potensi orang tanpa gejala sebagai upaya mencegah penularan virus tersebut di wilayah ini.

Pihaknya mendapatkan alokasi 2.000 alat tes cepat dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

"Semuanya dilakukan secara bertahap sambil melihat perkembangan situasi dan kondisi," katanya.

Baca juga: Santri asal Kudus yang balik ke pondok jalani tes cepat corona

Ia berharap tes massal secara massal tersebut akan menunjukkan hasil yang baik dan menggembirakan.

"Kami berharap semoga tidak ada yang hasil tes cepatnya menunjukkan reaktif," katanya.

Sementara itu, Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono menginformasikan bahwa total pasien positif COVID-19 di wilayah setempat yang telah dinyatakan sembuh terus bertambah hingga mencapai 41 orang.

"Berdasarkan data yang terbaru, di Banjarnegara pada saat ini terdapat 43 orang yang terkonfirmasi positif COVID-19, dari 43 pasien tersebut 41 di antaranya dinyatakan sembuh, satu meninggal dunia dan satu masih dalam perawatan," katanya.

Bupati berharap tidak akan ada lagi penambahan kasus COVID-19 di wilayah setempat sehingga Banjarnegara bisa segera menjadi zona hijau.

"Untuk itu kami kembali mengingatkan masyarakat untuk membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat, selalu jaga jarak, selalu menggunakan masker dan rajin cuci tangan pakai sabun," katanya.

Baca juga: Pemkab Batang siapkan tes cepat COVID-19 tamu undangan Presiden

Pewarta :
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar