Jelang Lebaran, harga kebutuhan masyarakat di Purwokerto stabil

id harga kebutuhan masyarakat,dinperindag banyumas

Jelang Lebaran, harga kebutuhan masyarakat di Purwokerto stabil

Kepala Dinperindag Kabupaten Banyumas Yuniyanto. ANTARA/Sumarwoto

Ini karena pengiriman ke Jakarta dan daerah lainnya sudah berangsur normal
Purwokerto (ANTARA) - Harga sejumlah kebutuhan masyarakat di pasar tradisional, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah relatif stabil, kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Kabupaten Banyumas Yuniyanto.

"Biasanya setiap menjelang hari raya memang ada kenaikan harga karena memang yang memerlukan banyak. Tapi kali ini masih stabil-stabil saja," katanya di Purwokerto, Selasa.

Bahkan, kata dia, harga cabai yang biasa mengalami lonjakan cukup tinggai, saat sekarang justru cenderung turun.

Kendati demikian, dia mengakui jika hingga saat ini, harga gula pasir di pasaran masih tergolong tinggi meskipun secara umum mengalami sedikit penurunan setelah pihaknya bersama Bulog Cabang Banyumas menggelar operasi pasar.

"Saat sekarang memang sedikit turun dari sebelumnya yang berkisar Rp18.000-Rp19.000 per kilogram menjadi berkisar Rp16.000-Rp17.000 per kilogram," katanya.

Ia mengatakan pihaknya terus berupaya untuk mengendalikan harga gula pasir di pasaran agar maksimal sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang sebesar Rp12.500 per kilogram.

Baca juga: Pasokan melimpah, harga sembako dan cabai di Pekalongan stabil

Dia memperkirakan harga gula pasir akan bisa kembali normal sesuai dengan HET dalam dua bulan ke depan setelah adanya panen tebu di beberapa daerah.

Lebih lanjut, Yuniyanto mengatakan harga daging ayam potong di pasar tradisional saat sekarang sudah kembali normal setelah sempat anjlok hingga di bawah Rp30.000 per kilogram.

"Sekarang harga daging ayam potong sudah kembali stabil, Rp37.000 per kilogram. Ini karena pengiriman ke Jakarta dan daerah lainnya sudah berangsur normal. Kemarin sempat anjlok karena pengiriman ke Jakarta dan daerah lainnya terkendala pandemi COVID-19, sehingga pasokan di tingkat lokal menjadi berlebih," jelasnya.

Dalam kesempatan terpisah, Pemimpin Cabang Bulog Banyumas Dani Satrio mengatakan pihaknya secara masif melakukan operasi pasar gula pasir dalam upaya untuk menyikapi kenaikan harga komoditas tersebut.

"Selama bulan Ramadhan saja, kami telah menyalurkan gula sebanyak 63 ton yang disalurkan di outlet binaan RPK (Rumah Pangan Kita) Perum Bulog serta dan konsumen langsung. Selain itu kami juga melaksanakan operasi pasar bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat dan minggu ini, kami baru saja menyelesaikan pelaksanaan operasi pasar khusus gula pasir bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Banyumas di seluruh kelurahan kota Purwokerto sebanyak 27 ton, di mana masing-masing kelurahan melaksanakan operasi pasar gula sebanyak 1 ton dengan harga jual Rp12.500 per kilogram," katanya

Guna mengantisipasi lonjakan permintaan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriyah, kata dia, pihaknya juga mulai menggelontorkan stok gula pasir ke pasar-pasar tradisional di empat kabupaten se-eks Keresidenan Banyumas yang bertujuan untuk stablisasi harga gula.

"Harapan kami, dengan upaya tersebut dapat menekan harga gula di tingkat konsumen sesuai dengan HET yang ditetapkan pemerintah," katanya. 

Baca juga: Disperindag klaim harga sejumlah kebutuhan pokok di Magelang terkendali
Baca juga: Harga daging ayam di Solo masih "anteng" Rp40.000/kg

 
Pewarta :
Editor: Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar