Antisipasi kebakaran, Nelayan di Pati dilarang perbaiki kapal jelang Lebaran

id Nelayan di Pati, dilarang perbaiki kapal, jelang Lebaran

Antisipasi kebakaran, Nelayan di Pati dilarang perbaiki kapal jelang Lebaran

Bupati Pati Haryanto meninjau kondisi Pelabuhan Juwana menjelang Lebaran 2020 di Pati, Senin (18/5/2020). (ANTARA/HO-Humas Pemkab Pati)

Pati (ANTARA) - Nelayan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, yang biasanya menyandarkan kapalnya di muara Sungai Wiso Juwana dilarang melakukan perbaikan maupun pengelasan kapal menjelang Lebaran 2020 untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran.

"Hal itu sudah kami koordinasikan dengan syahbandar setempat," kata Bupati Pati Haryanto di sela-sela meninjau kondisi Pelabuhan Juwana menjelang Lebaran 2020 di Pati, Senin.

Ia mengungkapkan larangan pemanfaatan tempat di sekitar pelabuhan untuk aktivitas perbaikan kapal sebagai upaya antisipasi karena salah satu penyebab terjadinya kebakaran kapal berasal dari aktivitas perbaikan kapal.

Baca juga: Demi hindari kebakaran, Nelayan Pati diminta waspada saat perbaikan kapal
Baca juga: Dampak COVID-19, puluhan kapal nelayan di Batang memilih tak melaut


Kalaupun hendak melakukan perbaikan kapal, dia menyarankan di dok kapal yang memang disediakan khusus untuk tempat perbaikan kapal.

Menjelang Lebaran, lanjut dia, sudah menjadi tradisi banyak kapal dari daerah lain yang berlabuh di Pelabuhan Juwana.

"Kami berusaha menata kapal nelayan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Seperti tahun sebelumnya pernah terjadi kebakaran kapal," ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, dia juga berpesan kepada anak buah kapal (ABK), yang menjadi tenaga maupun ikut pembongkaran ikan, agar tetap menggunakan masker lantaran virus corona saat ini masih bisa menyebar. Di pelabuhan juga disediakan tempat cuci tangan.

Selain itu, Polres Pati bersama Satpolair juga menyiapkan tenaga keamanan terpadu untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Pemkab Pati juga menyiapkan alat tes cepat (rapid test) corona bagi ABK.

"ABK yang sudah pulang, hingga kini kondisinya kesehatannya cukup bagus sehingga mereka bisa berkumpul dengan keluarga serta tetap menerapkan protokol kesehatan," katanya.
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar