Ganjar dan Erick Thohir sepakat bangkitkan UMKM pascawabah COVID-19

id ganjar pranowo,erick thohir,bumn

Ganjar dan Erick Thohir sepakat bangkitkan UMKM pascawabah COVID-19

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat menerima bantuan dari Kementerian BUMN yang diserahkan Menteri Erick Thohir untuk penanganan COVID-19. ANTARA/HO-Humas Pemprov Jawa Tengah

Bank-bank milik BUMN diharapkan bisa membuka akses kredit usaha rakyat (KUR).
Semarang (ANTARA) - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir sepakat bersama-sama melaksanakan program-program yang bertujuan membangkitkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pascapandemi COVID-19.

"Setelah kesehatan dan sosial, saat ini kami sudah mulai fokus pada ekonomi. Sebab, mau tidak mau ekonomi harus disiapkan skenario-skenario untuk bisa bangkit usai pandemi COVID-19 ini," kata Ganjar di sela menerima bantuan Kementerian BUMN untuk penanganan COVID-19 di rumah dinas gubernur, Semarang, Sabtu.

Ganjar menyatakan, pihaknya telah menyiapkan skenario APBD 2021 adalah APBD Pertolongan, di mana anggaran yang ada nantinya digunakan untuk membantu berbagai sektor, salah satunya ekonomi.

"Kami juga sudah bekerja sama dengan sejumlah e-commerce raksasa nasional untuk keperluan pelatihan dan kerja sama lainnya, tapi kami masih kesulitan soal permodalan, maka dalam kesempatan baik ini, kami berharap ada perusahaan-perusahaan BUMN yang bisa membantu kami mengembangkan sektor ini," ujarnya.

Bank-bank milik BUMN, lanjut Ganjar, juga diharapkan bisa membuka akses kredit usaha rakyat (KUR) dan apabila itu bisa dilakukan, maka kebangkitan ekonomi Jateng khususnya dari industri kecil menengah bisa lebih cepat dilakukan.

Baca juga: Erick Thohir apresiasi pembatasan perjalanan di Bandara Semarang

Baca juga: Erick Thohir: Pintar saja tak cukup untuk kelola 142 BUMN

Menteri BUMN Erick Thohir juga sepakat dengan apa yang diprogramkan Gubernur Ganjar karena sektor ekonomi, khususnya UMKM, dinilai memang harus mendapat perhatian dari pemerintah.

"Saya sangat setuju, karena dilihat kondisi hari ini dibandingkan sebelumnya, semuanya terdampak. UKM ini memang menjadi prioritas karena mayoritas UKM menyerap tenaga kerja cukup besar dibanding korporasi lainnya, ini harus diprioritaskan," kata Menteri BUMN.

Erick Thohir menyebutkan, selama pandemi COVID-19, bank BUMN sudah melakukan restrukturisasi untuk pelaku UMKM dan lainnya, bahkan nilainya sudah mencapai Rp120 triliun lebih.

"Itu sudah berjalan, tapi masih belum cukup maka kami sudah rapat dengan Menko dan lainnya untuk membahas banyak hal, termasuk supply change industri kesehatan yang kemungkinan dibangun di Jawa Tengah, termasuk pemanfaatan lahan PTPN dan Perhutani untuk kebutuhan pangan," ujarnya.

Erick juga sepakat dengan Ganjar dalam pengembangan UMKM untuk bangkit pascapandemi COVID-19, meskipun menurutnya saat ini kondisi BUMN tidak semuanya dalam kondisi sehat.

"Akan kami petakan BUMN mana yang kuat karena akibat COVID-19 ini, 90 persen BUMN terdampak, hanya 10 persen yang tidak terdampak, maka harus dipetakan mana yang bisa mendukung program itu," kata Menteri BUMN.
Pewarta :
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar