BBPBAP Jepara siap sediakan indukan udang lokal berkualitas

id BBPBAP Jepara siap dukung, penyediaan indukan udang lokal berkualitas

BBPBAP Jepara siap sediakan indukan udang lokal berkualitas

Kepala BBPBAP Jepara Sugeng Raharjo (kiri) mendampingi Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo ketika berkunjung ke Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau Jepara bersama Wagub Jateng Taj Yasin Maemoen dan Plt Bupati Jepara Dian Kristiandi, Kamis (30/1/2020). ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif

Jepara (ANTARA) - Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara, Jawa Tengah, siap mendukung upaya pemerintah memperbanyak jumlah indukan udang lokal yang berkualitas sehingga para pembudidaya bisa mencoba membudidayakan udang lokal tersebut agar tidak selalu bergantung komoditas serupa yang masih harus didatangkan dari luar negeri.

"Untuk saat ini, kami sudah menyiapkan indukan untuk udang putih (penaeus merguensis) serta menyusul udang lokal lainnya penaeus indicus," kata Kepala BBPBAP Jepara Sugeng Raharjo di Jepara, Jumat.

Khusus untuk merguensis, kata dia, sudah tersedia indukan hingga 30.000 ekor, sedangkan indicus masih tahap pengembangan lebih jauh, termasuk potensi serangan penyakit maupun standar operasional prosedur yang nantinya harus ditaati para pembudidaya agar hasilnya memuaskan.

Ia mengakui pengembangan udang penaeus indicus belum lama karena baru dimulai tahun 2018, namun kami optimsitis bisa segera memperbanyaknya untuk dibudidayakan para petambak sekaligus sebagai komoditas unggulan nantinya.

Baca juga: Pembudi daya ikan Demak peroleh bantuan benih udang

Pemerintah memang tengah getol mengembalikan kejayaan komoditas udang yang sebelumnya udang windu pernah mengalami kejayaannya, sedangkan saat ini kembali dimunculkan bersama dengan udang lokal lainnya, seperti udang jerbung dan penaeus indicus.

Upaya memperbanyak penyediaan bibit udang lokal, katanya, dibutuhkan peran masyarakat, terutama dalam penyiapan hatchery mini atau skala rumah tangga agar kebutuhan bibit di masyarakat bisa terpenuhi.

"Jika hanya mengandalkan balai, tentunya tidak mampu karena kebutuhan benih di masyarakat cukup besar. Tetap membutuhkan komitmen bersama, termasuk pelaku usaha tambak untuk ikut melakukan pembibitan dengan standar kualitas yang ditetapkan dan diawasi ketat pemerintah," ujarnya.

Ia mencontohkan, kebutuhan bibit udang di wilayah Tarakan, Kalimantan bisa mencapai 2,5 miliar ekor bibit udang windu per tahunnya, sehingga dibutuhkan peran swasta maupun masyarakat untuk ikut membantu penyediaan bibitnya melalui pembuatan hatchery.

"Hatchery yang berkembang juga harus bersertifikasi agar mutunya juga standar," ujarnya.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sendiri mendorong semua balai besar perikanan budidaya untuk memperbanyak indukan udang putih lokal.

Komitmen tersebut, juga disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo ketika berkunjung ke Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau Jepara, Kamis (30/1).

"Jika tahun 2019 menargetkan indukan udang lokal sebanyak 30.000 ekor, maka tahun ini harus bisa lebih banyak lagi," ujarnya.

Ia meyakini indukan udang lokal tersebut tentunya bisa menghasilkan benih dalam jumlah luar biasa agar bisa memenuhi semua kebutuhan. Sedangkan untuk mewujudkannya perlu dukungan sejumlah fasilitas-fasilitas agar bisa sampai ke petambak.

Ia juga meminta jajarannya merangkul pemerintah daerah beserta dinas terkait untuk memetakan tambak-tambak yang masih idle (aset menganggur).

Adapun komoditas unggulan udang lokal di Tanah Air yang akan didorong pengembangannya, ada tiga jenis, yakni udang windu, jerbung, dan yang terbaru penaeus indicus.

Selain mengunjungi lokasi pembenihan udang dan ikan, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo juga disuguhi hasil olahan rumput laut mulai dari krupuk hingga sirup dari bahan rumput laut. 

Baca juga: PTPN IX panen raya udang vaname 10 hektare di Pemalang
Baca juga: Meningkat, minat masyarakat Cilacap budidayakan lele dan udang
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar