Waspadai potensi angin kencang di Banjarnegara dua hari ke depan

id bmkg,angin kencang,hujan lebat

Waspadai potensi angin kencang di Banjarnegara dua hari ke depan

Seorang anggota kepolisian berusaha melewati pohon tumbang akibat bencana angin ribut yang terjadi di Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (21/10/2019). Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) menyebutkan fenomena angin ribut yang menghancurkan ratusan atap rumah hancur dan pohon tumbang di Pangalengan tersebut diakibatkan oleh peralihan dari musim kemarau ke musim hujan. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/foc.

Banjarnegara (ANTARA) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan warga di wilayah Banjarnegara untuk mewaspadai potensi angin kencang selama dua hingga tiga hari ke depan.

"Waspasai potensi angin kencang di Jawa Tengah termasuk di wilayah Banjarnegara khususnya wilayah dataran tinggi," kata Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara (BMKG Banjarnegara) Setyoajie Prayoedhi di Banjarnegara, Senin.

Dia menyampaikan hal tersebut menyusul adanya kejadian angin kencang di sejumlah wilayah di Jawa Tengah pada Minggu (21/10).

Dia menjelaskan berdasarkan analisis BMKG, kejadian angin kencang secara umum disebabkan masih adanya pengaruh monsun Australia hingga saat ini.

"Selain itu ada massa udara dari arah timur - tenggara yang mengalir kuat melewati wilayah Jawa Tengah, imbasnya adalah wilayah Jateng Bagian Selatan hingga Jawa Tengah bagian Tengah mengalami angin yang kencang," katanya.

Baca juga: Diamuk angin kencang, 70 warga Pakis Magelang mengungsi

Dia menambahkan faktor adanya lereng hingga puncak pegunungan Dieng, Gunung Sumbing, Gunung Sindoro, Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Ungaran, Gunung Slamet sangat berpengaruh terhadap kecepatan angin.

"Sehingga kecepatan angin di sisi Selatan gunung atau pegunungan tersebut kecepatan anginnya lebih tinggi dibanding sisi utara dari gunung atau pegunungan tersebut," katanya.

Selain itu, kata dia, bila massa udara dari arah timur – tenggara tersebut membawa cukup air maka akan berpotensi untuk membentuk awan-awan hujan yang bersifat lokal.

Terkait hal tersebut, pihaknya mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi angin kencang.

"BMKG mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan waspada terutama jika terjadi hujan lebat dengan durasi cukup lama atau lebih dari 30 menit," katanya.

Pasalnya, kata dia, hal tersebut bisa berpotensi memicu bencana hidrometeorologis seperti longsor, banjir, hingga pohon atau baliho tumbang.

Baca juga: Sebagian wilayah Jateng berpotensi hujan disertai angin kencang
Baca juga: Puluhan rumah di Kudus rusak diterjang angin kencang

Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar