Sebagian wilayah Jateng berpotensi hujan disertai angin kencang

id bmkg banjarnegara

Sebagian wilayah Jateng berpotensi hujan disertai angin kencang

Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara (BMKG Banjarnegara) Setyoajie Prayoedhie (kanan) (dok. pribadi) (dok. pribadi/)

Banjarnegara (Antaranews Jateng) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian wilayah di Jawa Tengah termasuk Kabupaten Banjarnegara berpotensi hujan disertai angin kencang pada sore hingga malam hari.

"Banjarnegara, Banyumas, Purbalingga, Cilacap, dan lain sebagainya diprakirakan hujan," kata Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara (BMKG Banjarnegara) Setyoajie Prayoedhi di Banjarnegara, Selasa.

Potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan didahului angin kencang juga berpotensi terjadi di wilayah pegunungan Jawa Tengah, wilayah pesisir Selatan dan wilayah Jawa Tengah bagian Timur. 

Selain itu potensi hujan ringan juga terdapat di wilayah Pantura bagian Timur.

Sementara itu, BMKG memprakirakan tinggi gelombang di laut Jawa sekitar 0,2 hingga 0,75 meter.

Sementara tinggi gelombang di perairan Selatan Jawa Tengah diprakirakan 1 - 2,5 meter.

Dia juga mengingatkan bahwa curah hujan di Jawa Tengah berpotensi meningkat pada akhir bulan Februari 2019.

Dia menjelaskan, BMKG memprediksi curah hujan akan terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia termasuk juga di wilayah Jawa Tengah.

Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain adanya sirkulasi siklonik di sekitar wilayah Sumatera dan sirkulasi tertutup di Kalimantan Barat dan Selat Makasar yang membentuk belokan dan pertemuan angin yang menyebabkan massa udara akan cenderung terkonsentrasi di wilayah tersebut.

Selain itu, kondisi udara yang relatif lebih lembap juga mendukung pertumbuhan awan-awan hujan.

Selanjutnya, aktivitas sirkulasi ini akan menurun dan digantikan dengan area pertemuan atau belokan angin yang memanjang dari wilayah Sumatera hingga Jawa yang terbentuk karena sirkulasi siklonik di wilayah Australia bagian Utara.

Area pertemuan atau belokan angin ini juga akan mendukung pertumbuhan awan-awan hujan.

"Untuk itu, BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak lanjutan yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang dan juga jalan licin," katanya.

Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar