Pilkades serentak, Bawaslu Temanggung bakal rintis desa binaan antipolitik uang

id desa binaan antipolitik uang

Pilkades serentak, Bawaslu Temanggung bakal rintis desa binaan antipolitik uang

Ketua Bawaslu Kabupaten Temanggung Erwin Nurachmani Prabawati berbicara pada Rapat Koordinasi Evaluasi dengan Mitra Kerja pada Pemilu Serentak Tahun 2019 di Kabupaten Temanggung, Selasa (24-9-2019). ANTARA/Heru Suyitno

Temanggung (ANTARA) - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, bakal merintis desa binaan antipolitik uang untuk menghadapi pemilihan kepala desa serentak di daerah setempat.

"Dalam menghadapi Pilkades Serentak 2020, kami akan membuat desa binaan antipolitik uang," kata Ketua Bawaslu Kabupaten Temanggung Erwin Nurachmani Prabawati di Temanggung, Selasa.

Erwin Nurachmani Prabawati menyampaikan hal tersebut pada Rapat Koordinasi Evaluasi dengan Mitra Kerja pada Pemilu Serentak Tahun 2019 di Kabupaten Temanggung.

Baca juga: Gencar sosialisasi pilkades damai-bermartabat, calon kades di Batang diminta sportif

Ia mengatakan bahwa pihaknya akan mengerahkan sumber daya untuk sosialisasi dan pendampingan di desa-desa dengan harapan politik uang dapat hilang pada kontestasi kepemiluan.

Menurut Erwin, pemilu yang demokratis, bermartabat, dan bersih politik uang mutlak untuk Indonesia sehingga terpilih pemimpin yang jauh dari KKN sehingga pembangunan benar-benar untuk kesejahteraan masyarakat.

"Pemilu demokratis, bermartabat, dan bersih politik uang harus terus digelorakan, di antaranya melalui pendidikan politik di sekolah, pondok pesantren, dan berbagai pertemuan elemen masyarakat," katanya.

Erwin menegaskan bahwa pendidikan merupakan sarana penting untuk mengubah keadaan suatu bangsa, termasuk menghilangkan transaksional pada pemilu. Namun, hal ini perlu proses karena menciptakan generasi bersih itu mengubah mental.

"Bawaslu Temanggung akan masuk ke institusi pendidikan untuk sosialisasi antipolitik uang," katanya. 

Baca juga: Pemkab Kudus sosialisasikan tahapan pilkades di 116 desa
Baca juga: 29 desa di Pekalongan rawan konflik pilkades
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar