Satgas antipolitik uang pilkades di Batang diterjunkan

id Polres Batang, satgas

Satgas antipolitik uang pilkades di Batang diterjunkan

Kepala Kepolisian Resor Batang AKBP Edi Suranta Sinulingga didampaingi Kabag Ops Kompol Puji Iriyanto. ANTARA/Kutnadi

Batang (ANTARA) - Kepolisian Resor Batang, Jawa Tengah, siap menerjunkan tim satuan petugas antipolitik uang dan antibotoh pada penyelenggaraan pemilihan kepala desa serentak, 29 September 2019.

Kepala Polres Batang AKBP Edi Suranta Sinulingga usai kegiatan deklarasi antipolitik uang dengan para calon kepala desa di Batang, Kamis, mengatakan bahwa penyelenggaraan pilkades tanpa praktik politik uang merupakan sebuah gerakan moral yang patut dicontoh bagi para calon kades.

"Kami akan mengupayakan penindakan bagi para calon kades yang melakukan praktik politik uang. Oleh karena itu, bagi siapa saja yang menemukan informasi tentang praktik politik uang, kami minta melaporkan pada tim satgas yang disiagakan di desa masing-masing," katanya.

Baca juga: Pemkab Kudus sosialisasikan tahapan pilkades di 116 desa

Polres, kata dia, tidak menginginkan masyarakat melakukan upaya paksa terhadap oknum warga atau calon kades yang melakukan praktik politik uang pada penyelengaraan pilkades. Namun, cukup dilaporkan ke tim satgas.

"Jika masyarakat melakukan upaya paksa, dikhawatirkan akan menimbulkan gesekan. Cukup diserahkan bukti dan fotonya (ke tim satgas) maka kami akan melakukan penindakan," katanya.

Ia menyebutkan tim satgas tersebut terdiri atas personel polres dan TNI serta pemkab. Mereka akan bertugas menjaga keamanan dan ketertiban di 29 desa yang telah mendeklarasikan penyelenggaraan pilkades tanpa praktik politik uang.

Demikian pula, kata dia, polres bersama TNI juga akan mengawasi gerakan para botoh yang dikhawatirkan akan mencederai penyelenggaraan pilkades serentak tersebut.

"Kami tidak akan kompromi bagi para botoh yang terbukti 'bermain' pada pelaksanaan pilkades nanti. Kami akan langsung berikan tindakan pidana karena melanggar Pasal 303 KUHP tentang perjudian," katanya.

Ia menyebutkan polres akan menerjunkan sebanyak 1.300 personel dibantu Polda Jateng, Polres Pekalongan Kota Pekalongan, dan Polres Pekalongan, serta Brimob pada penyelenggaraan Pilkades Serentak 2019.

"Analisis kami, dengan menerjunkan sebanyak 1.300 personel sudah cukup untuk mengamankan penyelenggaraan Pilkades Serentak 2019. Semua desa yang menyelenggarakaan pilkades akan kami mendapat perhatian serius dari kepolisian," katanya. 

Baca juga: 29 desa di Pekalongan rawan konflik pilkades
Baca juga: Belasan desa Batang deklarasikan pilkades tanpa praktik politik uang
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar