Seniman dari 17 negara ikuti pameran seni rupa di Borobudur

id pameran seni rupa borobudur

Seniman dari 17 negara ikuti pameran seni rupa di Borobudur

Para pecinta seni menyaksikan pameran seni rupa bertajuk Borobudur International Art Exhibition 2019 di Galeri Limanjawi Art House Borobudur. (Heru Suyitno)

Sebenarnya seniman dari 19 negara yang diundang, tetapi hanya 17 negara yang datang
Magelang (ANTARA) - Sebanyak 35 seniman dari 17 negara mengikuti pameran seni rupa bertajuk Borobudur International Art Exhibition 2019 di Galeri Limanjawi Art House Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

"Sebenarnya seniman dari 19 negara yang diundang, tetapi hanya 17 negara yang datang," kata pemilik Galeri Limanjawi Art House Umar Chusaeni usai pembukaan pameran di Magelang, Senin.

Negara asal para seniman tersebut, yakni Banglades, India, Malaysia, Nepal, Belanda, Filipina, Jepang, Korea, Polandia, Indonesia, Romania, Taiwan, Thailand, Turki, Amerika Serikat, Vietnam, dan Kanada.

Baca juga: Puluhan seniman Indonesia-Vietnam melukis di pelataran Candi Borobudur

Umar mengatakan Borobudur dipilih untuk menggelar pameran bertaraf internasional dengan tema "Persahabatan" ini karena Candi Borobudur menjadi salah satu ikon dunia seni rupa.

"Yang membuat Candi Borobudur adalah para seniman-seniman top Indonesia pada zamannya," katanya.

Ia mengatakan pada pameran kali ini menampilkan karya-karya yang beraneka macam gaya dan warna, dengan gaya dan style masing-masing negara juga berbeda-beda.

"Saya sangat bersyukur Limanjawi Art House dapat menggelar sebuah pameran internasional yang sebenarnya rangkaian dari Yogyakarta International Art Festival 2019," katanya.

Ia menuturkan pameran ini sangat menarik bagi masyarakat, khususnya para pecinta seni rupa karena bisa menyaksikan karya-karya dari para seniman internasional.

Baca juga: 500 seniman terlibat "Java International Folklore" di Temanggung

"Saya sangat tersanjung Limanjawi Art House bisa menjadi tempat pameran ini, semoga pameran seperti ini bisa berkelanjutan ke depan, sehingga semakin bisa memberi warna Borobudur ke kelas dunia internasional," katanya.

Pameran internasional yang dibuka oleh pemilik OHD Museum Oei Hong Djien ini diawali arak-arakan para seniman yang membawa bendera negara masing-masing dari Candi Pawon menuju Limanjawi Art House.

Oei Hong Djien menyampaikan ucapan selamat kepada Limanjawi Art House yang bisa menyelenggarakan pameran internasional ini.

"Kegiatan seperti ini harus bisa diselenggarakan di Indonesia, apalagi di Borobudur, karena kita punya aset yang luar biasa yaitu Candi Borobudur yang tidak dipunyai bangsa lain. Aset ini harus bisa dimanfaatkan sebaik-naiknya," katanya.

Baca juga: Seniman Madura pentaskan "Retorika Kerinduan" di Museum Lima Gunung
Baca juga: 16 seniman performa gerak "Mbuka Lumbung Gunung" di Sungai Senowo
Pewarta :
Editor: Sumarwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar