Harga cabai rawit merah di Purwokerto berangsur turun

id harga cabai, cabai rawit merah

Harga cabai rawit merah di Purwokerto berangsur turun

Harga cabai di pasar tradisional Purwokerto, Kabupaten Banyumas, jawa Tengah, masih tinggi. (Foto: Sumarwoto)

Purwokerto (ANTARA) - Harga cabai rawit merah di Pasar Manis, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, beranjak turun meskipun masih tergolong tinggi seiring dengan mulai ada pasokan dari petani.

"Harga cabai rawit merah saat ini berada pada kisaran Rp82.000 per kilogram setelah sempat bertahan pada kisaran Rp87.000 per kilogram selama dua pekan terakhir," kata salah seorang pedagang, Yuni di Pasar Manis, Purwokerto, Selasa.

Menurut dia, penurunan harga cabai rawit merah tersebut disebabkan mulai ada pasokan dari petani meskipun belum banyak.

Ia memperkirakan harga cabai rawit merah akan berangsur turun hingga akhirnya dapat kembali normal karena berdasarkan pemberitaan, petani cabai di sejumlah daerah akan segera memasuki masa panen.

"Dari berita yang saya baca, petani cabai di sejumlah daerah akan segera memasuki masa panen pada bulan Agustus ini. Dengan demikian, pasokannya kembali lancar dan harganya berangsur turun hingga akhirnya seperti semula," tegasnya.

Baca juga: BI perluas klasterisasi komoditas cabai di Sragen

Kendati harga cabai rawit merah mengalami penurunan, Yuni mengatakan harga cabai merah besar dan cabai merah keriting masih bertahan pada kisaran Rp75.000 per kilogram setelah naik dari Rp70.000 per kilogram sejak satu pekan terakhir.

Bahkan, kata dia, harga cabai rawit hijau yang sempat bertahan pada kisaran Rp62.000-Rp63.000 per kilogram selama satu pekan terakhir, sejak hari Senin (19/8) naik menjadi Rp67.000 per kilogram.

"Mungkin karena panennya masih sporadis sehingga harganya pun berfluktuasi," katanya.

Sebelumnya, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Purwokerto Agus Chusaini mengharapkan harga berbagai jenis cabai dapat segera turun seiring dengan datangnya masa panen komoditas hortikultura tersebut sehingga inflasi bisa terkendali.

"Kenaikan harga cabai memang cukup tinggi karena mencapai kisaran Rp60.000-Rp80.000 per kilogram untuk masyarakat. Tapi Insya Allah pada bulan Agustus ini mulai ada panen di sentra-sentra penghasil cabai, semoga harganya bisa turun," katanya di Purwokerto, Senin (19/8).

Baca juga: Mendag bantah akan ada impor cabai

Ia mengharapkan dengan adanya panen cabai, harga komoditas hortikultura tersebut dapat lebih terkendali lagi meskipun belum bisa kembali seperti semula.

Bahkan, kata dia, penurunan harga cabai yang disebabkan adanya panen komoditas tersebut diharapkan bisa mengakibatkan deflasi.

Kendati harga cabai belum bisa kembali seperti semula, lanjut dia, paling tidak sudah ada penurunan sehingga tidak memberatkan masyarakat.

"Perkiraan kami pada bulan Agustus ini sudah mulai ada panen cabai, mungkin harganya belum bisa kembali seperti semula karena baru mulai panen," tegasnya.

Ia memperkirakan panen raya cabai akan berlangsung sekitar bulan September hingga Oktober sehingga harga cabai dapat segera terkendali.

Baca juga: BI Purwokerto harapkan harga cabai turun
Baca juga: BI Surakarta masih menjajaki kemungkinan OP cabai
Baca juga: Harga cabai dan biaya pendidikan pemicu inflasi Jateng
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar