Pembagian daging kurban diimbau jangan gunakan wadah plastik

id gunakan wadah organik,Pembagian daging kurban gunakan wadah besek,Pembagian daging kurban gunakan pembungkus daun pusang

Pembagian daging kurban diimbau jangan gunakan wadah plastik

Bupati Magelang Zaenal Arifin (Humas Pamkab Magelang)

Magelang (ANTARA) - Para takmir masjid di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, diimbau menggunakan wadah berbahan organik seperti besek dan daun pisang untuk wadah/membungkus saat membagikan daging kurban guna menekan sampah plastik, kata Bupati Magelang, Zaenal Arifin.

"Saya sudah bilang ke Pak Sekda supaya ditindaklanjuti penggunaan besek atau daun pisang pada pembagian daging kurban nanti, tentunya ini lebih higienis. Selain itu kita juga bisa memberdayakan ekonomi masyarakat dengan penggunaan besek," kata Zaenal di Magelang, Rabu.

Ia menuturkan pihaknya akan memberikan surat bersifat imbauan kepada seluruh takmir masjid atau masyarakat yang menjadi panitia kurban di Kabupaten Magelang untuk menggunakan besek dan daun pisang supaya menghindari penggunaan kantong plastik (kresek).

Baca juga: Kurangi sampah plastik, Ganjar dorong penggunaan plastik ramah lingkungan

"Marilah kita menggunakan bahan dari alam yang lebih ramah lingkungan." katanya.

Ia meminta kepada seluruh masyarakat agar bisa menjadi agen-agen untuk menekan jumlah sampah anorganik di Kabupaten Magelang, termasuk di kelembagaan pemerintah daerah.

"Saya minta saat rapat-rapat, kita tinggalkan bahan yang berbau plastik. Kalau harus pakai lepek ya pakailah lepek. Kalau minum ya pakailah gelas. Kita ini harus menjadi teladan lebih dulu," katanya.

Ia menuturkan kalau penduduk di Kabupaten Magelang ini kurang lebih 1,28 juta jiwa dan sumbangan sampah per orang 0,5 kilogram per hari, maka dalam satu bulan akan terkumpul ratusan ton sampah.

"Kita mau punya lahan TPA yang begitu besar pun juga tidak akan pernah selesai masalah sampah ini. Jadi tidak usah muluk-muluk, mulai dari diri masing-masing saja untuk mengurangi penggunaan plastik setiap harinya," katanya.
Pewarta :
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar