Safari Ramadan, PTPN IX santuni anak yatim piatu di Semarang

id PTPN IX,banaran

Safari Ramadan, PTPN IX santuni anak yatim piatu di Semarang

Direktur Utama PTPN IX Iryanto Hutagaol (berdiri di tengah) berfoto bersama sejumlah anak yatim piatu yang menerima santunan pada kegiatan Safari Ramadan 2019. (Foto: Wisnu Adhi)

Semarang (ANTARA) - PT Perkebunan Nusantara IX menyantuni sejumlah anak yatim piatu di Kota Semarang, Jawa Tengah, pada serangkaian kegiatan Safari Ramadan 1440 hijriah sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.

Pemberian santunan anak yatim piatu oleh Direktur Utama PTPN IX Iryanto Hutagaol tersebut dilaksanakan pada acara buka puasa bersama di Banaran Coffee and Art, Jalan Bukit Kopi Nomor 9, Bukitsari, Semarang, Jumat.

Selain menerima uang tunai, sejumlah anak yatim piatu tersebut juga menerima bingkisan lebaran dari PTPN IX.

Direktur Utama PTPN IX Iryanto Hutagaol mengatakan bahwa pemberian santunan anak yatim piatu ini sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan dan wujud perhatian pihaknya.

Menurut dia, kehadirian para anak yatim piatu penerima santunan juga menambah kesemarakan dan kemeriahan buka puasa bersama serta pembukaan Banaran Coffee and Art.

"Di bulan Ramadan yang penuh berkah ini mari kita manfaatkan sebagai momentum untuk mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus membantu sesama yang membutuhkan," katanya.

PTPN IX, lanjut dia, berkomitmen terus membantu masyarakat yang membutuhkan, tidak hanya pada bulan Ramadan atau saat-saat tertentu.

Terkait dengan pembukaan Banaran Coffee and Art, Iryanto menjelaskan bahwa pembukaan gerai ke-10 ini sebagai bentuk ekspansi PTPN IX di sektor agrowisata dan restoran sekaligus memperkuat hilirisasi hasil perkebunan berupa kopi serta teh.

Selain itu, PTPN IX ingin mengangkat nilai jual kopi dan teh karena terdapat berbagai varian kopi serta teh dengan mutu serta citra rasa tinggi yang selama ini belum terkelola secara maksimal.

PTPN IX juga menawarkan Banaran Coffe and Art ini sebagai "co-working place", baik itu untuk kalangan mahasiswa, pekerja, maupun perusahaan-perusahaan yang tidak atau belum memiliki kantor untuk beraktifitas.
Pewarta :
Editor: Wisnu Adhi Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar