Stasiun Geofisika Banjarnegara bakal buka posko informasi cuaca jalur mudik

id mudik,cuaca

Stasiun Geofisika Banjarnegara  bakal buka posko informasi cuaca jalur mudik

Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara (BMKG Banjarnegara), Setyoajie Prayoedhie, (wuryanti puspitasari)

Banjarnegara (ANTARA) - Stasiun Geofisika BMKG Banjarnegara, Jawa Tengah, akan mendirikan posko khusus guna memberikan informasi prakiraan cuaca terkini bagi para pemudik yang melintasi wilayah tersebut.

"Nanti kami akan mendirikan posko khusus terkait prakiraan cuaca di jalur-jalur mudik," kata Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara (BMKG Banjarnegara), Setyoajie Prayoedhie, di Banjarnegara, Rabu.

Ia mengatakan, pendirian posko serupa juga pernah dilakukan pada musim mudik Lebaran tahun 2018 lalu.

"Kami bertujuan untuk memberikan pelayanan jasa informasi Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika yang cepat, tepat dan akurat kepada masyarakat, khususnya bagi masyarakat yang hendak melaksanakan mudik Lebaran," katanya.

Ia menambahkan, pendirian posko serupa juga akan didirikan di setiap unit pelaksana teknis BMKG di sejumlah wilayah lainnya.

Dengan demikian, diharapkan calon pemudik akan mengetahui secara rinci mengenai informasi terkait cuaca di jalur-jalur yang akan dilaluinya.

"Tujuannya agar masyarakat yang hendak melaksanakan mudik Lebaran bisa mengantisipasi segala kondisi cuaca, dan lebih meningkatkan kewaspadaan," katanya.

Ia mengatakan pada saat ini wilayah Banjarnegara dan wilayah lain di sekitarnya mulai memasuki masa pancaroba atau peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.

Kendati demikian, meski telah memasuki masa peralihan namun potensi hujan di Jawa Tengah masih ada.

"Karena itu, bagi masyarakat dan juga bagi para pemudik yang akan melintas di jalur mudik yang ada di wilayah setempat kami mengingatkan untuk tetap meningkatkan kewaspadaannya demi keselamatan bersama," katanya.

Sebelumnya, dia menjelaskan bahwa tren curah hujan di Banjarnegara terus mengalami penurunan karena wilayah tersebut sudah mulai memasuki pancaroba.

Namun BMKG terus mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada mengingat masih ada kemungkinan terjadinya hujan lebat, angin kencang dan juga petir.

"Tetap waspadai bencana hidrometeorologi pada masa peralihan akibat hujan lebat, angin kencang dan juga petir, tingkatkan kewaspadaan namun jangan panik, ikuti informasi cuaca terkini dari BMKG," katanya.

Terutama, kata dia, bagi masyarakat yang berlokasi di wilayah rawan bencana tanah longsor dan juga banjir.

Ia menambahkan,curah hujan dengan kriteria rendah juga diprakirakan masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah lainnya di Provinsi Jawa Tengah.
 

Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar