Pergelaran Ramayana siap dipentaskan di Pekan Batik Nasional

id PBN, Pekalongan

Pergelaran Ramayana siap dipentaskan di Pekan Batik Nasional

Para perajin batik Kota Pekalongan, sedang melakukan proses pembatikan. (Foto Kutnadi)

     Pekalongan (Antaranews Jateng) - Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, siap mementaskan pergelaran kolosal Ramayana berjudul "Rama Tambak" pada kegiatan Pekan Batik Nusantara yang akan dilaksanakan di kawasan budaya Jetayu, 20 Oktober hingga 24 Oktober 2018.
     
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Kot Pekalongan Arif Karyadi di Pekalongan, Jumat, mengatakan bahwa pada pementasan wayang orang tersebut akan  melibatkan para pemain dari sejumlah sanggar seni seperti Paguyuban Rahayu Raras, Sanggar Ibu Pertiwi, Sanggar Kaloka, dan Sanggar Cahyo Kedaton.

     "Uniknya, pergelaran wayang orang ini akan melibatkan pemain dari berbagai multi etnis yaitu Jawa, Tionghoa, dan Arab. Pergelaran ini dipastikan akan menghibur para pengunjung PBN," katanya.

     Menurut dia, selain pergelaran kolosal, pada rangkaian kegiatan PBN itu juga akan dimeriahkan kegiatan kuliner, aneka forum batik, pasar batik, dan lainnya.

     "Yang pasti, pada kegiatan PBN 2018 akan ditampilkan beragam acara yang diharapkan dapat menghibur rakyat serta sebagai ajang promosi wisata, khususnya kerajinan batik," katanya.

     Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kota Pekalongan Tjandrawati mengatakan pameran Wisata PBN ini akan diisi 120 stan terdiri atas pelaku UKM batik Pekalongan, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Koperasi dan UKM, stan BUMN, BUMD, Provinsi Jawa Tengah dan kabupaten/ kota di Jawa Tengah.

     "Di antara 120 stan tersebut, terdapat satu stan untuk fashion clinic atau konsultasi fashion dan desain. Sementara Pameran Rumah Kreatif Batik Pekalongan akan memamerkan batik-batik warisan seniman batik legendaris seperti Oey Soe Tjoen dan Liem Ping Wie, serta akan ditampilkan batik legendaris karya Sapuan serta batik berumur 100 tahun," katanya.

     Selain itu, tambah dia, juga ada kegiatan festival "Kampung Wisata Kuliner Nusantara" yang akan diisi 104 stan, gala dinner dan lomba rancang busana batik peranakan serta karnaval batik Pekalongan, workshop pengembangan motif batik peranakan, dan batik business meeting.
 
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar