
Potensi hujan di pegunungan tengah Jateng tinggi

Cilacap, (Antaranews Jateng) - Potensi hujan di wilayah pegunungan tengah Jawa Tengah pada bulan Januari masih tinggi, kata Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Cilacap Teguh Wardoyo.
"Berdasarkan data prakiraan cuaca yang dikeluarkan Stasiun Klimatologi Semarang, curah hujan di wilayah pegunungan tengah Jateng pada bulan Januari diprakirakan lebih dari 500 milimeter atau sangat tinggi," katanya di Cilacap, Selasa.
Ia mengatakan wilayah dengan curah hujan lebih dari 500 milimeter itu meliputi Kabupaten Brebes bagian timur-selatan, Banyumas bagian utara, sebagian besar Purbalingga, sebagian besar Banjarnegara, Tegal bagian selatan.
Kemudian Pemalang bagian selatan, sebagian besar Pekalongan, sebagian besar Batang, sebagian besar Wonosobo, sebagian besar Temanggung, beberapa daerah di Purworejo bagian utara, beberapa daerah di wilayah barat Magelang, serta Kota Semarang bagian selatan dan Kabupaten Semarang bagian utara.
Sementara untuk curah hujan di Kabupaten Brebes bagian selatan-barat, beberapa daerah di Cilacap barat-utara, Banyumas bagian tengah, sebagian wilayah tengah Purbalingga, sebagian wilayah barat Banjarnegara, sebagian wilayah barat-utara Kebumen, wilayah timur-utara Purworejo, sebagian wilayah Temanggung, dan sebagian wilayah Magelang diprakirakan berkisar 401--500 milimeter atau tinggi.
Wilayah di pesisir selatan Jateng seperti sebagian besar Cilacap, Kebumen, serta Purworejo diprakirakan berkisar 301--400 milimeter dan masih masuk kategori tinggi.
"Oleh karena itu, kami mengimbau warga yang bermukim di daerah rawan longsor maupun banjir aga meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya bencana tersebut saat turun hujan dengan intensitas lebat," kata Teguh.
Ia mengatakan berdasarkan pantauan di wilayah selatan Cilacap pada Senin (1/1) malam hingga Selasa (2/1) dini hari terjadi hujan ekstrem karena curahnya mencapai 144 milimeter namun tidak sampai mengakibatkan terjadinya banjir.
Terkait dengan curah hujan pada bulan Desember 2017 di kota Cilacap, dia mengatakan berdasarkan pencatatan di kantor Stasiun Meteorologi tercatat sebanyak 336 milimeter atau di bawah prakiraan.
"Curah hujan di sebagian besar wilayah Cilacap pada bulan Desember 2017 diprakirakan berkisar 401--500 milimeter, khusus di kota realisasinya 336 milimeter," katanya.
Disinggung mengenai fenomena "supermoon" yang berdampak pada terjadinya pasang maksimum di wilayah perairan, dia mengatakan hal itu akan memberikan dampak signifikan terhadap daerah di pantai utara (pantura).
Sementara untuk wilayah pesisir selatan Jateng khususnya Cilacap, kata dia, fenomena "supermoon" diprakirakan tidak memberikan dampak signifikan.
"Hanya saja, pasang maksimum di pesisir selatan Cilacap diprakirakan mencapai 2,1 meter pada tanggal 2 Januari, pukul 20.00 WIB, 3 Januari, pukul 21.00 WIB, 4 Januari, pukul 22.00 WIB, dan 5 Januari, pukul 23.00 WIB. Kendati demikian, masyarakat di pesisir selatan Cilacap tetap diimbau untuk waspada terhadap kemungkinan terjadinya banjir rob saat fenomena `supermoon` berlangsung," katanya.
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
