Logo Header Antaranews Jateng

Kemenkum Jateng dampingi pembinaan KI merek kolektif kerupuk keyel di Pemalang

Sabtu, 11 April 2026 18:34 WIB
Image Print
Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Tengah melakukan sosialisasi pembinaan Kekayaan Intelektual bagi sentra industri kecil dan menengah di Pemalang, belum lama ini. (ANTARA/HO-Humas Kemenkum Jateng)

Pemalang (ANTARA) - Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Tengah memberikan pendampingan sekaligus sosialisasi Kekayaan Intelektual (KI) dalam kegiatan pembinaan Sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) kerupuk keyel di Desa Kalimas, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang.

Kepala Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual Kanwil Kemenkum Jateng Agustinus Yosi Setiawan di Pemalang, mengatakan kegiatan ini difokuskan pada pembinaan dan fasilitasi pendaftaran merek kolektif bagi pelaku IKM kerupuk keyel sebagai produk khas daerah.

"Upaya ini diharapkan dapat memperkuat daya saing kerupuk keyel sebagai produk unggulan Desa Kalimas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal," katanya.

Ia yang didampingi Analis Kekayaan Intelektual Ahli Madya Martha Sari Wardoyo menilai pentingnya merek kolektif sebagai identitas bersama bagi pelaku usaha dalam satu sentra industri.

Merek kolektif, kata dia, mampu meningkatkan nilai tambah produk sekaligus memperkuat posisi tawar di pasar serta peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai proses pendaftaran merek, manfaat perlindungan hukum, serta strategi menjaga konsistensi kualitas produk agar merek yang dibangun dapat berkelanjutan.

Kanwil Kemenkum Jawa Tengah mendorong agar pelaku IKM tidak hanya fokus pada produksi tetapi juga mulai memperhatikan aspek legalitas dan perlindungan Kekayaan Intelektual sebagai bagian dari pengembangan usaha.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Transmigrasi Kabupaten Pemalang Umroni mengatakan pentingnya peningkatan kualitas produk lokal agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

"Produk yang terstandar dan memiliki perlindungan hukum akan lebih mampu bersaing. Jangan sampai produk lokal kalah padahal dari sisi rasa dan kualitas sangat baik," katanya.



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026