"Waduk-waduk dan embung-embung yang ada Jateng akan dioptimalkan mulai saat ini mumpung masih turun hujan agar bisa disalurkan ke daerah yang mengalami kekeringan pada musim kemarau mendatang," katanya Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di Semarang, Jumat.

Ganjar mengatakan bahwa Pemprov Jateng juga akan mempercepat pembangunan embung-embung tadah hujan di sejumlah titik yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan.

"Kalau penyediaan waduk dan embung tidak mengatasi kekeringan, terpaksa akan dilakukan droping air dan kami sudah menyiapkan sumber-sumber air yang bisa didistribusikan ke masyarakat," ujar politisi PDI Perjuangan itu.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jateng Sarwa Pramana mengungkapkan bahwa 60 persen dari 35 kabupaten/kota di Jateng diperkirakan akan mengalami kekeringan pada musim kemarau mendatang.

"Meskipun saat ini semua daerah di Jateng belum mengalami kemarau, namun kami sudah mulai melakukan antisipasi dan semua BPBD di kabupaten/kota juga sudah kami imbau untuk melakukan antisipasi tersebut," katanya.

Menurut dia, antisipasi itu tidak hanya sebatas pengiriman air bersih, melainkan mulai menyediakan pipanisasi, dan pembuatan sumur.

"Hingga sekarang, sejumlah daerah sudah mengajukan bantuan ke BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) untuk mengantisipasi kekeringan, diantaranya Wonogiri, Klaten, Purworejo dan kalau ada daerah lain mau mengajukan kami persilakan," ujarnya.

Pewarta : Wisnu Adhi Nugroho
Editor : hernawan
Copyright © ANTARA 2024