
Pemkab Jepara bantu perbaikan 24 rumah warga terdampak bencana alam

Jepara (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, memanfaatkan anggaran dari belanja tidak terduga (BTT) untuk membantu perbaikan 24 rumah warga terdampak bencana alam dengan nilai bantuan bervariasi.
"Bantuan perbaikan rumah warga melalui program rumah tidak layak huni (RTLH) dengan dukungan anggaran BTT disalurkan secara bertahap sesuai hasil pendataan dan verifikasi lapangan," kata Bupati Jepara Witiarso Utomo di sela-sela penyerahan bantuan kepada warga penerima manfaat di Desa Welahan, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara, Rabu.
Bantuan tersebut merupakan bagian dari penanganan total 54 rumah yang tercatat terdampak cuaca ekstrem di Kabupaten Jepara.
Ia mengungkapkan penyerahan dilakukan sebagai respons cepat atas kerusakan rumah warga akibat bencana.
"Karena bencana, maka kami anggarkan dari BTT. Untuk tahap ini diserahkan kepada 24 penerima. Lokasinya di Welahan, Nalumsari, Kedung, dan Batealit," ujarnya.
Ia menjelaskan besaran bantuan berbeda-beda, menyesuaikan tingkat kerusakan bangunan. Sedangkan nominalnya disesuaikan dengan kriteria kerusakan, sesuai ketentuan yang berlaku.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Jepara Moh Eko Udyyono menyampaikan total rumah yang menjadi sasaran bantuan ada 54 rumah yang terdampak cuaca ekstrem.
Dari jumlah tersebut, kata dia, penanganan dilakukan secara bertahap. Misal, wilayah selatan mulai dari Welahan, Nalumsari, Kedung, dan Batealit dialokasikan 24 unit dan diserahkan hari ini (28/1).
Untuk wilayah selatan, bantuan RTLH bersumber dari BTT dengan total anggaran Rp119,5 juta. Sementara rumah terdampak di wilayah utara mendapat dukungan pendanaan dari Ansor.
Eko menambahkan bantuan RTLH BTT diberikan dalam bentuk material bangunan. Penyalurannya dilakukan secara nontunai melalui BPD Bank Jateng.
"Dana ditransfer langsung ke toko material sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB). Material dikirim langsung ke penerima. Pemilihan toko material dimusyawarahkan antara penerima, pemerintah desa, dan kecamatan," ujarnya.
Selain dukungan pemerintah daerah, perbaikan rumah terdampak juga melibatkan swadaya masyarakat serta kolaborasi lintas pihak, seperti Baznas, PMI, dan organisasi kemasyarakatan.
Selain dua penerima manfaat di Kecamatan Welahan, penyerahan bantuan RTLH BTT pada kesempatan tersebut juga dilakukan di sejumlah wilayah lain. Di Kecamatan Nalumsari tercatat sembilan penerima manfaat. Di Kecamatan Kedung terdapat enam penerima manfaat. Sementara di Kecamatan Batealit, bantuan disalurkan kepada tujuh warga terdampak bencana.
Sholekah (47), salah satu penerima manfaat dari Desa Welahan, Kecamatan Welahan, mengaku bersyukur mendapatkan bantuan senilai Rp15 juta untuk memperbaiki rumahnya yang roboh. Sehingga nantinya tidak perlu mengungsi lagi.
Baca juga: Kemenkum kaji Perundang-Undangan DPRD Jepara tentang peraturan Pendidikan
Pewarta : Akhmad Nazaruddin
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
