Batang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang, Jawa Tengah, meminta pemilik gerai modern menyediakan ruang pemasaran produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sebagai upaya memperluas akses pasar dan dikenal oleh masyarakat.

"Ini dalam rangka penetrasi pasar supaya produk UMKM bisa dipasarkan lebih luas dan dikenal masyarakat," kata Bupati Batang Faiz Kurniawan di Batang, Rabu.

Menurut dia, penyediaan ruang pemasaran ini perlu dilakukan sekaligus sebagai upaya meningkatkan daya saing produk lokal.

Menariknya, lanjutnya, produk UMKM lokal tidak hanya dipajang sebagai pelengkap saja tetapi ditempatkan pada lokasi strategis di dalam gerai agar lebih mudah terlihat konsumen.

"Posisi produk UMKM yang dipajang bukan di tempatkan di pojokan tetapi di lokasi utama. Kami berharap produk UMKM kita bisa semakin berkembang karena punya akses pasar lebih luas tanpa harus mengeluarkan modal besar untuk membuka toko sendiri," katanya.

Ia mengatakan pemerintah daerah sebelumnya telah mengundang sekitar 100 pelaku UMKM untuk mengikuti proses kurasi produk.

Dari proses tersebut, menurut dia, produk-produk UMKM yang memenuhi standar kemudian dipilih untuk dipasarkan di gerai modern.

Ia menjelaskan terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi pelaku usaha seperti kualitas kemasan produk yang baik, legalitas produk, termasuk izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan, serta standar kelayakan lainnya.

"Alhamdulillah pelaku UMKM kita bisa memenuhi persyaratan tersebut. Pemerintah daerah juga mendampingi supaya mereka bisa memenuhi standar dan masuk ke pasar modern," katanya.

Ia berharap melalui kolaborasi ini, produk UMKM lokal semakin kompetitif, mampu menjangkau pasar yang lebih luas, dan sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah berbasis pelaku usaha lokal.


Baca juga: Pemkab Batang pacu kemandirian ekonomi UMKM lewat Pameran Nusantara pada 27-31 Desember