Logo Header Antaranews Jateng

Bupati: Pengelolaan sumur minyak tua dongkrak PAD dan gerakkan perekonomian

Rabu, 20 Mei 2026 16:12 WIB
Image Print
Bupati Blora Arief Rohman. (ANTARA/Gunawan.)

Blora (ANTARA) - Bupati Blora Arief Rohman menilai pengelolaan sumur minyak tua oleh PT Blora Patra Energi memberikan kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), sekaligus menggerakkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di wilayah setempat.

"PT Blora Patra Energi (BPE) yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemkab Blora, dengan usaha pengelolaan sumur minyak tua telah memberikan kontribusi terhadap PAD Pemkab Blora setiap tahunnya," ujarnya di Blora, Rabu.

Menurut dia, keberadaan pengelolaan sumur minyak tua tidak hanya berdampak pada sektor energi, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan masyarakat di sekitar kawasan tambang minyak rakyat.

Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Kabupaten Blora pada 2025 meningkat menjadi sekitar 5,4 persen dibanding tahun sebelumnya, karena ditopang sektor pangan dan minyak dan gas (migas).

Untuk menjaga keberlanjutan produksi minyak sumur tua, lanjut dia, PT BPE juga mengalokasikan anggaran untuk program well service atau pemeliharaan sumur, serta penggunaan teknologi tepat guna yang ramah lingkungan.

"Melalui PT BPE juga dialokasikan anggaran untuk well service atau pemeliharaan sumur dan penggunaan teknologi yang ramah lingkungan," ujarnya.

Arief mengungkapkan kolaborasi antara PT BPE, Pemerintah Kabupaten Blora, Pertamina, dan masyarakat selama ini berjalan baik sehingga pengelolaan sumur tua tetap kondusif tanpa gejolak sosial.

Pemkab Blora juga berupaya mengaktifkan kembali sumur-sumur tua potensial guna meningkatkan produksi minyak daerah. Pengelolaan sumur minyak tua juga menyerap tenaga kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat PAD Kabupaten Blora.

Penilaian tersebut sejalan dengan capaian PT Blora Patra Energi (BPE) yang mencatat pendapatan sekitar Rp24,3 miliar dari pengelolaan sumur minyak tua sepanjang tahun 2025.

Selama 2025, jumlah sumur aktif tercatat sebanyak 100 titik, terdiri atas 96 sumur di Ledok dan empat sumur di Semanggi, dengan total produksi mencapai sekitar 5,226 juta liter minyak mentah.



Baca juga: Produksi minyak sumur tua di Blora menghasilkan pendapatan hingga Rp24,3 miliar



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026