
Pemkab Batang optimalkan pemeriksaan hewan kurban cegah penularan penyakit

Batang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, mengoptimalkan pemeriksaan hewan kurban di sejumlah pasar hewan maupun kandang pemilik ternak sebagai upaya mencegah penularan penyakit pada hewan ternak.
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Batang Sutadi Ronodipuro di Batang, Selasa, mengatakan bahwa pengawasan maupun pemeriksaan hewan ternak ini untuk memastikan hewan kurban yang dijual kepada masyarakat dalam kondisi sehat dan layak dipotong.
"Pengawasan kami mulai dari hulunya yaitu di lapak penjual hewan kurban. Ini langkah preventif agar hewan yang dijual pada masyarakat benar-benar aman dan sehat untuk kurban," katanya.
Menurut dia, dalam pemeriksaan tersebut, petugas mengecek kondisi fisik hewan, kesehatan ternak, hingga kemungkinan adanya penyakit menular.
Pengawasan itu, kata dia, sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan hewan kurban memenuhi standar aman, sehat, utuh, dan halal.
Ia yang didampingi Kepala Bidang Peternakan Arief Edyanto mengatakan hewan kurban yang sehat harus bebas dari penyakit, memiliki kondisi tubuh yang baik, serta memenuhi syarat syariat seperti tidak cacat, tidak pincang, dan organ tubuh lengkap.
Berdasarkan data tahun sebelumnya, jumlah hewan kurban yang dipotong diperkirakan mencapai sekitar delapan ribu ekor.
"Kami berharap melalui pengawasan dan sosialisasi kepada peternak dan pedagang ternak ini, pelaksanaan kurban dapat berjalan aman, sehat, dan sesuai ketentuan syariat. Kami juga mengimbau mereka agar tidak menjual hewan kurban yang tidak sehat," katanya.
Baca juga: Presiden Prabowo beli sapi 1 ton dari peternak Temanggung untuk dijadikan hewan kurban
Pewarta: Kutnadi
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
