Kudus (ANTARA) - Kontingen Provinsi Jawa Tengah (Jateng) berhasil menjadi juara umum cabang olahraga pencak silat pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2025 dengan mengoleksi tujuh medali.
"Alhamdulillah bisa menjadi yang terbanyak dalam mengoleksi medali. Hasil ini tentu di luar target yang sebelumnya hanya tiga emas, namun hasilnya bisa mengoleksi enam emas dan satu perunggu," kata Manajer Tim Pencak Silat Jateng Sigit Infantoro didampingi salah satu peraih medali emas, M. Faizal Ivanda usai Upacara Penghormatan Pemenang (UPP) di Djarum Arena Kaliputu, Kabupaten Kudus, Selasa.
Sigit mengakui pencapaian ini cukup istimewa mengingat waktu persiapan yang sangat singkat. Tentunya hampir semua daerah mengalami kendala yang sama.
Karena jadwal event yang berdekatan, kata dia, sebelumnya dengan even nasional lain seperti Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNas).
"Tetapi justru dari situ kami ambil sisi positifnya, karena POMNas menjadi ajang uji coba bagi atlet Jateng," ujarnya.
Hasilnya, kata dia, kontingen Jateng tak hanya berjaya di PON Bela Diri, tapi sebelumnya juga berhasil menjadi juara umum POMNas 2025. Dari total 10 atlet yang diturunkan di Kudus, sekitar 80 persen merupakan peraih medali di ajang POMNas.
"Selain itu, beberapa atlet juga merupakan hasil pantauan dari level remaja yang naik ke jenjang dewasa. Ini bagian dari proses pembinaan berjenjang agar prestasi terus berlanjut," ujarnya.
Sebelumnya, menurut dia, para atlet pencak silat Jateng berlatih di beberapa sentra seperti Semarang, Solo, Klaten, dan Boyolali, dengan dukungan pembinaan dari Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLOP) Jateng serta sejumlah kampus di provinsi tersebut.
"Setelah POMNas, kami langsung melakukan sentralisasi latihan untuk menghadapi PON Bela Diri Kudus. Kuncinya hanya satu, yakni latihan dan konsistensi," ujarnya.
Sementara itu, salah satu peraih medali emas, M. Faizal Ivanda menyatakan rasa syukur atas keberhasilannya menundukkan lawan dari Lampung di partai final dengan skor telak 39–9.
"Pertandingan berjalan cukup sengit, tapi saya tetap fokus dan serius, berusaha maksimal untuk Jawa Tengah. Kemenangan ini berkat doa orang tua, kerja keras, dan fokus," ujarnya.
Ia mengungkapkan kunci kemenangannya ketenangan dan pengalaman karena sebelumnya sudah pernah bertemu lawannya itu di semifinal POMNas, sehingga sudah bisa mengantisipasi serangannya.
Nantinya, tim pencak silat Jateng yang diturunkan di PON Bela Diri Kudus 2025 ini akan menjadi kerangka utama tim provinsi untuk ajang Porprov Jateng, sekaligus disiapkan menuju PON Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) 2028.
Untuk urutan terbanyak meraih medali berikutnya, yakni DKI Jakarta dengan delapan medali, meliputi tiga emas, dua perak, dan tiga perunggu, serta Lampung dengan lima medali, meliputi dua medali emas, dan satu perunggu.
Baca juga: Kontingen Jabar masih kokoh di puncak perolehan medali PON Bela Diri Kudus 2025

