Batang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, melakukan percepatan pembangunan infrastruktur penerangan jalan umum (PJU) melalui skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (PBU).

Bupati Batang Faiz Kurniawan di Batang, Selasa, mengatakan langkah ini ditempuh karena rasio pemenuhan lampu penerangan jalan umum di wilayah tersebut baru sekitar 37 persen dari total kebutuhan.

"Urgensi penerangan jalan umum di daerah tidak sekadar soal kenyamanan melainkan menyangkut untuk keselamatan jiwa dan perputaran ekonomi," katanya.

Berdasarkan data Polres Batang menunjukkan tren kecelakaan lalu lintas yang terus meningkat yaitu terjadi 500 kejadian pada 2023 naik menjadi 520 kejadian pada 2024, dan hampir menyentuh angka 550 kejadian pada 2025.

"Jika setiap tahun hanya mampu menambah 100 titik lampu, masyarakat harus menunggu 90 tahun. Batang akan tertinggal, warga takut beraktivitas pada malam hari," katanya.

Ia mengatakan industrialisasi yang tumbuh pesat di daerah ini turut memunculkan banyak pekerja pada shift malam termasuk pekerja perempuan.

Minimnya penerangan, kata dia, dinilai mengancam keamanan dan aktivitas ekonomi pada malam hari, seperti warung makan di sekitar kawasan pabrik juga terhambat.

Ia mengatakan proyek ini merupakan implementasi program "Batang Terang" yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029.

"Pemerintah pusat melalui Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional), Kemenkeu    (Kementerian Keuangan), dan Kemendagri (Kementerian Dalam Negeri)  juga memberikan dukungan penuh terhadap akselerasi pembangunan melalui skema kerja sama PBU," katanya.

Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Baperrida) Kabupaten Batang Bagus Pambudi merinci proyek akan menyasar sekitar 8.500 lokasi dengan total 9.387 lampu.

Sebarannya, kata dia, meliputi jalan nasional pantura, jalan provinsi, dan jalan kabupaten.

Nilai tambah dari proyek ini, menurut dia, adalah integrasi dengan 150 lokasi kamera pengawas (CCTV) serta sensor kualitas udara dan sensor banjir di lokasi-lokasi strategis.

"Tak sekadar penerangan, ini bagian dari konsep Kota Pintar. Nilai belanja modal atau biaya konstruksi proyek diperkirakan mencapai Rp153 miliar dengan biaya operasional sekitar Rp3,4 miliar per tahun," katanya.



Baca juga: Polres Batang gencarkan imbauan truk masuk tol tekan kecelakaan