Logo Header Antaranews Jateng

Polres Batang gencarkan imbauan truk masuk tol tekan kecelakaan

Selasa, 19 Mei 2026 20:04 WIB
Image Print
Petugas Satlantas Polres Batang sedang memeriksa kelengkapan surat-surat kendaraan truk di Batang, Selasa (19/5/2026). (ANTARA/Kutnadi)

Batang (ANTARA) - Kepolisian Resor Batang, Jawa Tengah, menggencarkan imbauan kepada sopir truk bersumbu tiga atau lebih agar melalui jalan tol Kandeman, Kabupaten Batang dan tol Pemalang sebagai upaya menekan angka kecelakaan di jalur pantura.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Batang AKP Eka Hendra Ardiansyah di Batang, Selasa, mengatakan bahwa langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri untuk menekan angka kecelakaan di jalur pantura.

"Dari analisis dan evaluasi menunjukkan bahwa tingkat kecelakaan fatal akibat kendaraan bersumbu tiga di Pekalongan masih cukup tinggi. Hal ini menjadi perhatian serius kami," katanya.

Ia mengatakan kendaraan besar yang melaju dari arah timur menuju barat diwajibkan masuk melalui Gerbang Tol Kandeman, Kabupaten Batang dan baru dapat keluar di wilayah Pemalang.

Kebijakan ini, kata dia, mulai digencarkan dalam beberapa pekan terakhir berdasarkan hasil evaluasi situasi keamanan dan keselamatan lalu lintas di jalur pantura.

"Kami terus melakukan imbauan secara berkelanjutan khususnya kepada pengendara kendaraan sumbu tiga ke atas," katanya.

Ia menjelaskan pengalihan arus ini bertujuan mengurangi potensi kecelakaan lalu lintas di kawasan padat seperti Kota Pekalongan yang dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi.

"Kebijakan ini sudah diterapkan beberapa pekan lalu. Namun kini sosialisasi dan pengawasan kami perketat agar pengemudi serta perusahaan angkutan lebih disiplin," katanya.

Eka Hendra mengimbau para pengelola dan pemilik kendaraan angkutan berat untuk mendukung kebijakan tersebut demi keselamatan bersama para pengguna jalan lainnya.

"Kami harap kendaraan sumbu tiga menggunakan tol, khususnya masuk dari Kandeman dan keluar di Pemalang," tutup AKP Eka.



Pewarta:
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026