
KAI Semarang tutup enam perlintasan tak dijaga selama 2026

Semarang (ANTARA) - PT KAI Daop 4 Semarang mencatat enam perlintasan sebidang tidak dijaga yang tersebar di berbagai wilayah itu telah ditutup di sepanjang 2026
"Enam perlintasan sebidang tidak dijaga dari 11 perlintasan yang masuk program tahun ini sudah ditutup," kata Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang Luqman Arif di Semarang, Selasa.
Ia menuturkan upaya penutupan perlintasan yang tidak dijaga tersebut dilakukan di Desa Milir, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan
Menurut dia, untuk angka kecelakaan yang terjadi di perlintasan sebidang selama 2026 ini tercatat sebanyak 12 kejadian.
Sementara di 2025 tercatat 25 kecelakaan yang terjadi perlintasan sebidang yang tersebar di berbagai wilayah di Daop Semarang
Ia menuturkan berdasarkan data tersebut, diperlukan langkah tegas dan serius untuk mengatasi permasalahan kecelakaan di perlintasan sebidang, salah satunya dengan menutup perlintasan sebidang yang tidak dijaga.
Ia mengatakan PT KAI senantiasa berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat kewilayahan setempat, serta pihak-pihak terkait untuk memastikan proses penutupan berjalan aman dan lancar.
Ia mengharapkan peran aktif berbagai pemangku kepentingan dalam menciptakan keselamatan di perlintasan sebidang.
"Kepedulian seluruh pemangku kepentingan, termasuk para pengguna jalan, sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman di sekitar jalur kereta api," katanya.
Baca juga: KAI Daop 6 Yogyakarta tutup perlintasan liar di perlintasan Batara Kresna
Pewarta: Immanuel Citra Senjaya
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
