Pekalongan (ANTARA) - Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah menyiapkan opsi di hari tertentu aparatur sipil negara bersepeda atau berjalan kaki menuju kantor sebagai langkah mendukung efisiensi energi.
Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid di Pekalongan, Senin, mengatakan bahwa kehadiran aparatur sipil negara secara langsung di kantor sangat penting untuk memastikan layanan bagi masyarakat berjalan optimal dan responsif.
"Saya mengusulkan agar aparatur sipil negara tetap bekerja dari kantor tetapi mereka bisa membiasakan menggunakan moda transportasi ramah lingkungan atau berjalan kaki pada hari-hari tertentu menuju kantor," katanya.
Menurut dia, langkah ini tidak hanya mendukung efisiensi energi tetapi juga berdampak positif terhadap lingkungan dan kesehatan.
Apabila tujuan utama pemerintah pusat mengkaji kebijakan bekerja dari rumah adalah untuk penghematan energi dan bahan bakar minyak (BBM), kata dia, maka hal tersebut bisa disiasati dengan cara lain yang lebih relevan diterapkan di daerah seperti Kota Pekalongan.
Ia menilai penerapan kebijakan bekerja dari rumah (work from home) akan berpotensi menurunkan kualitas pelayanan publik.
Kondisi geografis di Kota Pekalongan, kata dia, masih terjangkau oleh aparatur sipil negara menuju ke kantor jika dibanding dengan kota besar seperti Jakarta, Semarang, atau Surabaya yang jaraknya berjauhan.
"Oleh karena itu, penerapan WFH merupakan opsi terakhir yang akan dipertimbangkan. Kami justru melihat semangat ASN untuk tetap bekerja di kantor cukup tinggi bahkan mendukung penggunaan transportasi ramah lingkungan," katanya.
Baca juga: Mendikdasmen tegaskan WFH bukan karena krisis