Logo Header Antaranews Jateng

Pemkot Pekalongan minta masyarakat kenali gejala dan bahaya penyakit campak

Senin, 20 April 2026 16:43 WIB
Image Print
Petugas Dinas Kesehatan Kota Pekalongan sedang memberikan imunisasi campak pada anak-anak di Pekalongan, belum lama ini. ANTARA/Kutnadi

Pekalongan (ANTARA) - Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit campak dan rubella yang masih berpotensi menular, terutama pada anak-anak dan kelompok rentan, dengan mengenali gejala dan bahaya penyakit itu.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan Puji Winarti di Pekalongan, Senin, mengatakan campak memiliki gejala khas yang perlu dikenali sejak dini.

"Campak gejalanya punya ciri tersendiri seperti mata merah dan muncul bintik-bintik. Biasanya bintik pertama muncul di belakang telinga kemudian menyebar ke leher hingga ke seluruh tubuh," katanya.

Selain itu, kata dia, penderita campak pada umumnya mengalami demam tinggi, batuk, dan pilek.

Ia mengimbau masyarakat tidak boleh menganggap penyakit ini sepele karena dapat menimbulkan komplikasi serius pada penderita.

"Campak bisa menyerang paru-paru dan berkembang menjadi bronkopneumonia, bahkan dapat menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan tepat, terutama pada anak yang tidak memiliki kekebalan," katanya.

Ia yang didampingi Programmer Imunisasi Samsiyah Ratnawati menjelaskan masa gejala campak pada umumnya berlangsung sekitar enam hari.

Oleh karena itu, kata dia, apabila ditemukan tanda-tanda pada penderita terpapar penyakit tersebut agar segera mencari penanganan medis.

"Penanganan yang tepat sangat penting agar pasien mendapatkan anjuran sesuai dari tenaga kesehatan. Pada anak-anak biasanya juga diberikan vitamin A untuk membantu pemulihan," katanya.

Ia mengatakan rubella memiliki gejala yang hampir mirip dengan campak namun cenderung lebih ringan. Namun demikian, rubella memiliki risiko besar bagi ibu hamil.

"Jika ibu hamil terkena rubella atau campak, virus dapat menyerang janin dan menyebabkan kecacatan seperti katarak, kelainan jantung, hingga cacat fisik. Campak merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus dan dapat menyebar dengan cepat melalui percikan batuk atau bersin," katanya.

Ia menambahkan masyarakat agar melengkapi imunisasi sebagai langkah pencegahan utama serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada campak atau rubella.


Baca juga: Pemkot Pekalongan percepat vaksinasi campak bagi tenaga kesehatan



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026