Logo Header Antaranews Jateng

Pemkot Pekalongan uji coba pembayaran parkir kendaraan menggunakan QRIS

Minggu, 31 Mei 2026 18:44 WIB
Image Print
Dinas Perhubungan Kota Pekalongan melakukan uji coba sistem pembayaran nontunai parkir kendaraan dengan menggunakan sistem Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Pekalongan. ANTARA/HO-Humas Kota Pekalongan

Pekalongan, Jawa Tengah (ANTARA) - Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, mulai melakukan uji coba sistem pembayaran nontunai parkir kendaraan dengan menggunakan sistem Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Kawasan Alun-Alun.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Pekalongan Restu Hidayat di Pekalongan, Minggu, mengatakan bahwa langkah ini menjadi bagian dari upaya modernisasi pelayanan publik sekaligus mendukung percepatan transaksi digital di daerah.

"Ini masih dalam tahap sosialisasi dan uji coba lapangan sebelum diterapkan secara penuh mulai 1 Juni 2026," katanya.

Menurut dia, penerapan pembayaran parkir nontunai ini untuk menghadirkan sistem pelayanan yang lebih praktis, transparan, dan mengikuti perkembangan era digital.

Meski masih dalam tahap uji coba, kata dia, masyarakat sebenarnya sudah dapat langsung memanfaatkan metode pembayaran QRIS di titik lokasi yang telah disiapkan.

"Masyarakat kini sudah dapat melakukan pembayaran parkir secara digital hanya dengan memindai kode QRIS melalui aplikasi pembayaran di telepon genggam masing-masing," katanya.

Ia yang didampingi Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Lalu Lintas Hari Putra Setiawan menyampaikan hasil uji coba perdana yang dilakukan di kawasan Alun-Alun dan Lapangan Mataram berjalan lancar.

Petugas parkir maupun masyarakat, kata dia, cukup cepat beradaptasi dengan metode pembayaran digital tersebut.

"Respons masyarakat juga cukup baik karena sekarang pembayaran digital sudah menjadi kebiasaan sehari-hari," katanya.

Ia berharap penggunaan QRIS dalam pembayaran parkir mampu memberikan banyak manfaat baik bagi masyarakat maupun pemerintah daerah.

"Selain mempermudah transaksi tanpa harus menyiapkan uang tunai sistem ini juga dinilai lebih aman, praktis, dan transparan," katanya.



Pewarta:
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026