
Pekalongan optimalkan pendampingan korban kasus kekerasan perempuan dan anak

Pekalongan (ANTARA) - Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, memperkuat penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui layanan asesmen, pendampingan psikologis, hingga koordinasi bersama aparat penegak hukum setempat
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, dan Perlindungan Anak Kota Pekalongan Sriyana di Pekalongan, Senin, mengatakan bahwa langkah tersebut dilakukan untuk memastikan setiap korban memperoleh perlindungan dan penanganan yang tepat sesuai kondisi yang dialami.
"Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah sehingga penguatan layanan penanganan pada korban kekerasan penting terus dilakukan," katanya.
Menurut dia, pihaknya berkomitmen selalu hadir dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat khususnya perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan maupun pelecehan.
Perkembangan kasus hingga Mei 2026, kata dia, ada 28 kasus kekerasan perempuan sehingga situasi ini pemerintah harus selalu hadir dalam upaya penanganan maupun pencegahan.
Ia mengatakan setiap laporan yang diterima akan langsung ditindaklanjuti oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak dengan melakukan asesmen awal guna mendalami permasalahan yang dialami korban.
Proses tersebut, kata dia, menjadi langkah penting untuk menentukan bentuk pendampingan dan penanganan yang tepat.
"Ketika mendapatkan laporan, kami langsung melakukan asesmen untuk mendalami permasalahan lebih lanjut. Setelah proses asesmen dilakukan, tim pendamping akan melakukan pembahasan bersama untuk menentukan solusi penanganan sesuai kebutuhan korban," katanya.
Adapun untuk mengenai pendampingan psikologis bagi korban, kata dia, melalui tenaga profesional agar kondisi mental dan emosional korban dapat pulih secara bertahap.
"Jika masuk ranah pidana kami berkoordinasi dengan kepolisian kemudian untuk pendampingan psikologis juga kami siapkan," katanya.
Ia mengatakan pihaknya terus mendorong edukasi kepada masyarakat melalui berbagai forum dan kegiatan sosialisasi guna meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya perlindungan perempuan dan anak.
"Kami berharap semakin banyak forum yang dapat menyampaikan informasi dan edukasi pada masyarakat sehingga kasus kekerasan maupun pelecehan terhadap perempuan dan anak dapat ditekan," katanya.
Baca juga: Pekalongan tingkatkan peran pendamping tekan kasus kekerasan anak
Pewarta: Kutnadi
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
