
Pemkab Batang bidik pengembangan ekonomi kawasan pesisir

Batang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, membidik pengembangan ekonomi kawasan pesisir dengan membangun industri galangan kapal yang terintegrasi dengan tanggul laut untuk mendukung kebutuhan nelayan dan industri skala besar.
Bupati Batang Faiz Kurniawan di Batang, Selasa, mengatakan bahwa potensi maritim di daerah ini dilirik serius oleh para ahli termasuk sejumlah purnawirawan berpangkat jenderal Angkatan Laut yang belum lama ini meninjau lokasi secara langsung.
"Rencana besar ini bukan sekadar membangun galangan melainkan juga mengintegrasikan dengan infrastruktur strategis lainnya. Galangan kapal ini nantinya diproyeksikan memiliki kapasitas produksi yang mumpuni untuk mendukung kebutuhan nelayan dan industri skala besar," katanya.
Menurut dia, pembangunan galangan kapal yang mungkin menjadi salah satu lokasi terbesar di Pulau Jawa ini memiliki kemampuan bobot kapal 30 gross ton hingga 50 gross ton.
"Nah, ini nanti yang akan juga diintegrasikan di tanggul yang mungkin akan kami bangun bersama-sama," katanya.
Terkait rencana pembangunan dermaga yang sempat dibahas bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Faiz mengatakan pemerintah daerah kini masih melakukan kajian mendalam agar pembangunan tidak terkesan parsial.
"Pengembangan akan disinergikan dengan proyek tanggul laut dan rencana pembangunan dermaga atau pelabuhan. Semua masih dalam tahap kajian namun kami ingin pengembangan terintegrasi, tidak parsial," katanya.
Selain itu, Pemkab Batang juga mengusulkan konsep tanggul laut raksasa (giant sea wall) yang tidak hanya berfungsi sebagai penahan rob melainkan juga sebagai jalur transportasi.
"Giant sea wall kami dorong bisa jadi jalur lingkar. Harapannya, ini jadi solusi jangka panjang sekaligus pengungkit ekonomi daerah," katanya.
Pewarta: Kutnadi
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
