
Wali Kota Semarang: peran perempuan kian kuat dalam pembangunan

Semarang (ANTARA) - Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menyebutkan bahwa peran perempuan dalam berbagai sektor pembangunan saat ini, termasuk di Kota Atlas, semakin kuat.
"Perempuan tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga subjek utama perubahan. Ketika perempuan berdaya, keluarga menjadi kuat, masyarakat menjadi tangguh, dan Kota Semarang akan semakin hebat," katanya di Semarang, Selasa.
Hal tersebut disampaikannya saat Peringatan Hari Kartini ke-147 yang digelar Pemerintah Kota Semarang di Halaman Balai Kota Semarang.
Berdasarkan data, indeks pemberdayaan gender (IPG) di Kota Semarang pada 2025 menunjukkan angka 78,71 yang menurutnya sebagai capaian yang menggembirakan.
"Ini mencerminkan semakin kuatnya peran perempuan dalam berbagai sektor pembangunan," katanya.
Menurut dia, tingginya capaian tersebut tidak lepas dari kontribusi nyata perempuan di berbagai bidang, mulai dari kesehatan, lingkungan, hingga ekonomi berbasis masyarakat.
Salah satu pilar utama adalah peran sekitar 16.000 kader posyandu yang secara sukarela berkontribusi dalam menjaga kesehatan masyarakat.
Bahkan, kata dia, praktik baik tersebut mendapatkan apresiasi dari California State University sebagai contoh penguatan peran masyarakat berbasis komunitas.
“Ketika saya diundang di California State University, mereka sangat mengapresiasi bagaimana para kader posyandu mampu menjaga kesehatan masyarakat di sekitarnya," katanya.
"Ini menjadi contoh bagaimana rasa tanggung jawab sosial bisa tumbuh dari masyarakat," tambahnya.
Selain sektor kesehatan, kata dia, kontribusi perempuan juga terlihat dalam gerakan pengelolaan lingkungan "Semarang Wegah Nyampah" melalui bank sampah.
Dengan keterlibatan aktif kader PKK dan komunitas, kata dia, aktivitas tersebut turut mendorong perputaran ekonomi masyarakat hingga mencapai Rp2,2 miliar.
Komitmen tersebut juga diperkuat melalui pembentukan 177 Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak yang tersebar di seluruh wilayah Kota Semarang.
Ia menegaskan bahwa kelurahan menjadi garda terdepan dalam memastikan perempuan dan anak mendapatkan perlindungan sekaligus ruang untuk berkembang.
Melalui momentum Hari Kartini, kata dia, Pemkot Semarang terus mendorong perempuan untuk meningkatkan kapasitas, berani mengambil peran, serta memperluas kontribusi di berbagai bidang.
Baca juga: Unnes mengukuhkan empat guru besar baru
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
