
Pemkot Pekalongan perkuat edukasi pranikah upaya tekan angka perceraian

Pekalongan (ANTARA) - Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, memperkuat pembinaan keluarga bermanfaat dan edukasi pranikah bagi para calon pasangan pengantin sebagai upaya menekan angka perceraian.
Wakil Wali Kota Pekalongan Balqis Diab, di Pekalongan, Minggu, mengatakan bahwa perlunya kesiapan masyarakat akan pentingnya kematangan usia sebelum memutuskan untuk membangun mahligai rumah tangga.
"Kesiapan usia berbanding lurus dengan ketahanan keluarga dalam menghadapi konflik. Pernikahan yang dipaksakan di usia dini sangat rentan berakhir pada perceraian sehingga kami berharap pasangan yang menikah benar-benar siap dan sesuai dengan aturan," katanya.
Menurut dia, tingginya dinamika sosial dan pengaruh digitalisasi menjadi tantangan besar bagi ketahanan dalam berkeluarga.
"Oleh karena itu, Badan Penasihat, Pembinaan, dan Pelestarian Perkawinan memiliki peran vital dalam mengawal fondasi rumah tangga masyarakat," katanya.
Ia mengatakan ada tiga pilar utama yang menjadi fokus kerja Badan Penasihat, Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan yaitu pertama, bagaimana mengantarkan keluarga yang akan menikah agar lebih siap secara mental, emosional, dan pemahaman berumah tangga.
Kedua, bagaimana merawat pernikahan agar tetap harmonis, serta ketiga, ketika ada permasalahan bisa hadir memberikan motivasi dan edukasi agar pernikahan tetap berjalan dengan baik.
"Kami berharap koordinasi yang solid antara pengurus kota dan kecamatan dapat mengoptimalkan pelayanan pendampingan kepada masyarakat secara menyeluruh," katanya.
Baca juga: Polres Pekalongan Kota lakukan pemeriksaan kesehatan berkala terhadap personel
Pewarta: Kutnadi
Editor:
Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
